Eks Ketua Pansel Akui Prosedur Pemilihan Ketua Komnas HAM Periode 2022-2027 Berbeda

Jumat, 7 Oktober 2022 00:02 Reporter : Bachtiarudin Alam
Eks Ketua Pansel Akui Prosedur Pemilihan Ketua Komnas HAM Periode 2022-2027 Berbeda Ketua Pansel Calon Anggota Komnas HAM RI Makarim Wibisono. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Mantan ketua tim panitia seleksi (Pansel) Calon Komisioner Komnas HAM RI, Makarim Wibisono menilai terpilihnya Atnike Nova Sigiro sebagai Ketua Komnas HAM periode 2022-2027 yang diumumkan DPR adalah hal baru.

"Iya, kalau saya lihat itu hal baru. Karena dulu tidak seperti itu. Dulunya, adalah yang terpilih (Komisioner) kemudian itu memilih (Ketua)," ujar Makarim saat dihubungi merdeka.com, Kamis (6/10).

Meski, Makarim mengakui jika skema pemilihan Atnike menjadi hal baru dan berbeda dengan periode sebelumnya. Walaupun, dia tidak bisa menilai apakah pemilihan tersebut melanggar aturan yang ada.

"Saya, tidak mendalami aturan. Tapi yang terang itu berbeda dari yang dulu. Itu mungkin jadi perubahan," sebutnya.

Sedangkan untuk proses pemilihan Ketua Komnas HAM yang diketahui Makarim, dilakukan setelah para anggota terpilih mendapatkan surat keputusan (SK) dari Presiden untuk selanjutnya menggelar rapat paripurna memilih ketua.

"Tapi setahu saya dulu, itu ketua nya dipilih oleh semua anggota yang terpilih Jadi ada 9 orang berkumpul duduk semua lalu mereka memilih ketua. Iya persis (setelah SK), begitu. Dulu proses begitu," ucapnya.

"Nah kalau itu baru kayaknya. Waktu dulu biasanya nama-nama yang dipilih yang diumumkan. Nama-nama yang terpilih itu duduk bersama untuk memilih kepala pemimpinnya. Nah saya tidak begitu mengikuti detail selanjutnya mengenai itu di parlemen," tambah dia.

Sementara, Makarim menjelaskan bahwa proses seleksi yang telah dilakukan pihaknya telah berjalan sesuai aturan sedari awal pendaftaran hingga proses seleksi setiap tahapan para calon Komisioner Komnas HAM.

Mulai dari penerimaan seleksi administrasi, pengecekan esai tentang apa yang akan menjadi tantangan kondisi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam lima tahun kedepan. Termasuk, sampai melakukan dialog publik secara terbuka dari setiap calon.

Lalu dilanjutkan sesi tes psiko sosial yang dijalankan para calon untuk mengukur kematangan jiwanya. Hingga akhirnya tersaring sebanyak 27 kandidat. Dari 27 kandidat kemudian dari hasil wawancara khusus tersisa 14 nama yang lalu diserahkan ke DPR.

"Jadi itu merupakan suatu proses yang berlapis2 sampai akhirnya bisa menuju kesitu. (Kemudian 14 diserahkan DPR), Iya persis," terangnya.

Untuk diketahui bahwa, Komisi III DPR RI telah menetapkan sembilan nama calon anggota Komnas HAM periode 2022-2027. Komisi III telah memilih berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan yang digelar sejak Jumat, 30 September lalu.

Sembilan nama itu adalah Abdul Haris Semendawai, Anis Hidayah Atnike Nova Sigiro, Hari Kurniawan, Prabianto Mukti Wibowo, Pramono Ubaid Tanthowi, Putu Elvina, Saurlin P Siagian, Uli Parulian Sihombing. Atnike Nova Sigiro ditunjuk sebagai ketua.

2 dari 2 halaman

Kritik Taufan Damanik

Sebelumnya, Ahmad Taufan Damanik menilai terpilihnya Atnike Nova Sigiro sebagai Ketua Komnas HAM periode 2022-2027 melanggar aturan. Damanik yang saat ini masih menjabat sebagai Ketua Komnas HAM mengatakan pemilihan ketua harus dilakukan melalui mekanisme internal.

"Di situ jelas tertulis Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua dipilih dari dan oleh anggota. Di dalam Tatib Komnas HAM Pasal 22 ayat 2 juga dijelaskan memilih Ketua dan Wakil Ketua Komnas HAM itu adalah para komisioner di dalam Rapat Paripurna (internal Komnas HAM)," kata Taufan kepada merdeka.com, Rabu (5/10).

Itu telah diatur dalam Undang-Undang 39 Tahun 1999 pasal 83 ayat 3, tertulis "(3) Ketua dan Wakil Ketua Komnas HAM dipilih oleh dan dari Anggota."

Kemudian diejawantahkan dalam Peraturan Komnas HAM Nomor 2 Tahun 2019, Pasal 22 Ayat 2. "Ketua dan 2 (dua) Wakil Ketua dipilih oleh Anggota Komnas HAM dalam Sidang Paripurna."

Alhasil dengan langkah pemilihan Atnike Nova Sigiro sebagai ketua Komnas HAM telah melanggar aturan Paris Principles. Bahwa semua Komnas HAM di dunia diwajibkan untuk independen. [rhm]

Baca juga:
Temuan Komnas HAM: Ada Indikasi Pelanggaran HAM di Tragedi Kanjuruhan
Dinilai Langgar Aturan, Begini Alur Pemilihan Ketua Komnas HAM
Jawaban Anggota Terpilih soal Pemilihan Ketua Komnas HAM Dinilai Langgar Aturan
Hasil Investigasi Komnas HAM atas Tragedi Kanjuruhan
Komisi III Balas Kritik Taufan Damanik Telat Bikin Pansel Pemilihan Komnas HAM

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini