Eks Kasatpol PP Rencanakan Eksekusi Petugas Dishub Makassar di Balai Kota

Kamis, 19 Mei 2022 20:33 Reporter : Ihwan Fajar
Eks Kasatpol PP Rencanakan Eksekusi Petugas Dishub Makassar di Balai Kota Rekonstruksi kasus pembunuhan petugas Dishub Makassar, Kamis (19/5). ©2022 Merdeka.com/Ihwan Fajar

Merdeka.com - Sejumlah fakta terungkap pada rekonstruksi pembunuhan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar, Najamuddin Sewang. Salah satu yang terkuak yakni eks Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar, M Iqbal Asnan, ternyata berencana menghabisi korban di Kantor Balai Kota Makassar.

Rekonstruksi digelar Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar di enam titik tempat kejadian perkara (TKP) yang dimulai pukul 11.00 sampai 18.30 Wita. Rekonstruksi dimulai dari rumah perempuan yang menjadi akar masalah yakni Rachmawati di Perumahan Grand Aroepala Jalan Tamangapa, Kecamatan Manggala, Makassar.

Dalam rekonstruksi, Iqbal Asnan dan tersangka lainnya, Muh Asri, dihadirkan. Selain itu, juga dihadirkan pula dua saksi yakni Rivaldi dan Karto.

2 dari 5 halaman

Coba Membunuh dengan Cara Mistis

Setelah di rumah Rachmawati, rekonstruksi dilanjutkan ke rumah Najamuddin Sewang di Perumahan Residence Alaudin Mas. Rekonstruksi di rumah korban disaksikan langsung istri Najamuddin, Rovida Setya Ikhsani.

Dalam rekonstruksi di rumah Najamuddin dihadirkan dua tersangka, yakni Sahabuddin dan Muh Asri. Dalam reka kejadian itu, Sahabuddin dan Muh Asri berboncengan dan melemparkan telur serta air mineral dalam botol. Reka adegan itu untuk menggambarkan rencana pembunuhan terhadap Najamuddin dengan cara mistis pada tahun 2020.

Istri korban yang melihat rekonstruksi berharap pelaku dihukum setimpal. "Saya berharap pelaku yang membunuh suami saya bisa dapat hukuman setimpal dan seadil-adilnya," ujar Rovida kepada wartawan, Kamis (19/5).

3 dari 5 halaman

Serahkan Uang Rp20 Juta

Setelah rekonstruksi di rumah korban, selanjutnya polisi mendatangi rumah Iqbal Asnan di Jalan Beringin Timur, Kelurahan Kassi-kassi, Kecamatan Rappocini. Saat di rumah rekonstruksi dilakukan secara tertutup.

Rekonstruksi berpindah ke rumah milik Iqbal Asnan lainnya di Jalan Kumala Nomor 10 Makassar. Di rumah ini, dihadirkan lima tersangka, yakni Iqbal Asnan, Muh Asri, Sahabuddin, Sulaiman, dan seorang polisi berinisial CH.

Saat rekonstruksi, anak buah Iqbal Asnan, Muh Asri menyerahkan uang sebesar Rp20 juta kepada Sulaiman. Kepada jaksa, Muh Asri menyampaikan uang tersebut diberikan kepada Sulaiman sebagai operasional.

Tak hanya menyerahkan uang Rp20 juta, Iqbal Asnan juga menunjukkan foto Najamuddin Sewang kepada Sulaiman. Ia berharap Sulaiman bisa mengeksekusi Najamuddin.

4 dari 5 halaman

Pantau Korban saat Bertugas

Setelah dari Jalan Kumala, rekonstruksi selanjutnya dilakukan di Centre Point of Indonesia (CPI) Makassar. Di sana, Sulaiman hanya mengamati Najamuddin yang sedang bertugas mengatur lalu lintas.

Setelah dari CPI, polisi selanjutnya menggelar rekonstruksi di Balai Kota Makassar. Di situ terlihat pembicaraan serius antara Iqbal Asnan dan Sulaiman untuk mengeksekusi Najamuddin.

"Saya tanya (Sulaiman) suruh eksekusi (Najamuddin)," ucap Iqbal Asnan dalam rekonstruksi.

5 dari 5 halaman

Rekonstruksi Dilanjutkan Besok

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Polisi (AKP) Lando KS mengatakan rekonstruksi yang dilakukan pada Kamis (19/5) belum rampung.

Ia mengatakan, rekonstruksi akan dilanjutkan Jumat (20/5) besok pukul 09.00 Wita.

"Rekonstruksi di TKP lainnya dilakukan besok jam 09.00 Wita. Ini karena hari sudah malam, jadi dilanjut besok," ucapnya.

Baca juga:
Dijanjikan Rp200 Juta, Ini Detik-Detik Polisi Tembak Petugas Dishub Makassar
Polisi Segera Gelar Rekonstruksi Kasus Penembakan Petugas Dishub Makassar
Rencana Matang Dalang Penembakan Petugas Dishub, Cari Dukun Sampai Rekrut Polisi
Ini Peran Lima Tersangka Pembunuhan Petugas Dishub Makassar
Fakta Baru: Dua Polisi Bantu Iqbal Asnan Eksekusi Petugas Dishub Makassar
Rencana Pembunuhan Petugas Dishub Makassar sejak 2020, Pernah Sewa Dukun

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini