Eks Kalapas Sukamiskin di Sidang Suap Fasilitas: Saya Manusia, Saya Khilaf

Rabu, 5 Desember 2018 13:00 Reporter : Aksara Bebey
Eks Kalapas Sukamiskin di Sidang Suap Fasilitas: Saya Manusia, Saya Khilaf Sidang Perdana Eks Kalapas. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Mantan Kepala Lapas Sukamiskin, Wahid Husen menjalani sidang perdana di ruang tipikor Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung pada Rabu (5/12). Ia didakwa melakukan tindak pidana korupsi.

Dalam sidang, Jaksa dari KPK, Trimulyono Hendradi membacakan dakwaan primair terhadap Wahid, yakni Pasal 12 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 ayat 1 KUHPidana.

Di dakwaan subsider, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerapkan dakwaan subsidair Pasal 11 Undang-undang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke - 1 juncto Pasal 65 aya 1 KUHPidana.

Dua pasal tersebut mengatur soal gratifikasi pada pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji. Dengan demikian, Wahid terancam pidananya terendah 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Jaksa mengungkapkan bahwa Wahid menerima sejumlah hadiah berupa uang dan barang dari warga binaan Lapas Sukamiskin, diantaranya Fahmi Darmawansyah, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan dan Fuad Amin Imron.

Hadiah itu sebagian besar diserahkan melalui staf umum dan sopir pribadi Wahid Husen bernama Hendry Saputra. Hendry sendiri jadi terdakwa dalam kasus yang sama di berkas terpisah.

Dalam berkas dakwaan yang dibacakan, Fahmi Darmawansyah yang menjadi terdakwa di berkas terpisah dalam kasus ini diketahui memberikan satu unit mobil double cabin Mitsubishi Truton, sepasang sepatu boot, sepasang sendal merek Kenzo, tas merek Louis Vuitton dan uang Rp 39,5 juta.

Dari TB Chaeri Wardana uang total Rp 63,39 juta dan dari Fuad Amin total mendapat Rp 71 juta dan mendapatkan pinjaman mobil, dibayari menginap di hotel di Surabaya.

"Hadiah itu diberikan (kepada Wahid Husen) untuk mendapatkan berbagai fasilitas istimewa di dalam lapas," kata Trimulyono.

Hal ini membuat wahid melakukan penyalahgunaan pemberian izin keluar dari Lapas Sukamiskin yang bertentangan dengan Undang-undang Tentang Pemasyarakatan selaku penyelenggara negara.

Mendengar dakwaan dari jaksa, Wahid yang saat sidang mengenakan batik putih lengan panjang tenang saat mendengarkan dakwaan jaksa. Sedangkan, tim pengacara Wahid Husein tidak mengajukan eksepsi.

"Saya manusia, saya khilaf," kata Wahid singkat. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini