Ekotren Ganjar - Yasin Harus Jalan Tahun Ini

Kamis, 5 September 2019 11:20 Reporter : Anwar Khumaini
Ekotren Ganjar - Yasin Harus Jalan Tahun Ini Ekotren Ganjar-Yasin harus jalan tahun ini. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen masih menyimpan realisasi janji program di tahun pertamanya menjabat, yakni penerapan Ekonomi Pesantren.

Ngainirichadl, anggota DPRD Jateng dari PPP mengatakan yang masih jadi utang Ganjar dan Gus Yasin adalah merealisasikan program ekonomi pesantren atau Ekotren. Karena sampai saat ini program tersebut sangat ditunggu kalangan kiai maupun santri.

"Konsep ini kan sebenarnya sangat bagus, menjadikan pesantren sebagai salah satu pengungkit pertumbuhan ekonomi. Tapi di tahun pertama Ganjar-Yasin ini belum terlihat hasilnya," katanya, Rabu (4/9).

Terlebih secara konsep Ekotren tersebut bakal menggandeng masyarakat atau pelaku UMKM sekitar pondok sampai perusahaan-perusahaan mapan. Richadl mengatakan di internal PPP hal tersebut juga jadi salah satu tema pembahasan yang intens dilakukan.

"Tapi kemarin setelah kita cek kesiapannya, Ekotren ini telah sesuai jalur. Semoga tahun ini mulai berjalan dan tahun depan bisa kita lihat hasilnya," katanya.

Selain Ekotren, program utama Ganjar - Yasin adalah pembangunan sumberdaya manusia. Sejak dilantik pada 5 September silam, mereka memang bertekad membangun SDM Jawa Tengah yang unggul. Salah satu caranya adalah memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan formal, informal maupun nonformal. Untuk sektor itu, St Sukirno anggota DPRD Jateng dari PDIP menilai harus ada ciri mendasar pada SDM unggul dari Jateng.

"Bukan sekadar cerdas intelektual, emosional maupun spiritual, tapi juga mesti dilengkapi dengan kecerdasan nasional," katanya.

Kecerdasan nasional, kata Sukirno, akan membuat orang mafhum kebhinekaan yang dimiliki Indonesia ini bukanlah nir faedah, tapi jadi sebuah berkah kehidupan. Kalau hal itu sampai tercerabut dari akar pengawasan, Pancasila sebagai dasar negara tidak akan lama lagi usang.

"Yang terpenting apa? Pendidikan sejarah dan nasionalisme harus ditegakkan. Jangan biarkan dua hal itu hanya jadi pelengkap di sekolah maupun kampus," katanya. [paw]

Topik berita Terkait:
  1. Berita Jateng
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini