Eggi Sudjana Cabut Gugatan Praperadilan di PN Jakarta Selatan

Rabu, 29 Mei 2019 11:22 Reporter : Merdeka
Eggi Sudjana Cabut Gugatan Praperadilan di PN Jakarta Selatan sidang perdana eggi cabut gugatan prapradilan. ©Liputan6.com/Ady Anugrahadi

Merdeka.com - Eggi Sudjana mencabut gugatan praperadilan dilayangkannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pemohonan pencabutan dibacakan oleh tim pengacara pada sidang perdana, Rabu (29/5).

"Kami menyatakan mengajukan permohonan pencabutan praperadilan di pn jaksel, register perkara dengan nomor register 51/pid/pra/2019/pnjaksel tertanggal 10 mei 2019," kata Pitra Romadoni di persidangan.

Pitra berharap permohonan pencabutan praperadilan dapat dipenuhi oleh majelis hakim. "Kami harap terpenuhi," ucap dia.

Hakim tunggal Ratmoho menyatakan mengabulkan permohonan.

"Kita sudah sama-sama mendengar tentang pencabutan perkara praperadilan. Dengan ini saya sebagai hakim tunggal menyatakan bahwa permohonan ini dikabulkan pada hari ini 29 Mei 2019," ujar dia.

Sebelumnya, Eggi Sudjana menggugat Polda Metro Jaya atas status tersangka dugaan perbuatan makar. Pengacara mendaftarkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (10/5).

Pengacara Eggi Sudjana, Pitra Romadoni menggugat karena bersikukuh tudingan yang dialamatkan ke kliennya tidak berdasar.

"Klien kami tidak pernah melakukan makar, tidak pernah melakukan ujaran kebencian apalagi berita bohong," ucap Pitra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Menurut Pitra juga, penyidik terlalu dini menyematkan tersangka ke kliennya dalam kasus dugaan makar. Sebab, pelapor Eggi yakni Supriyanto, melayangkan laporan atas dugaan penghasutan bukan dugaan makar.

"Jadi konteksnya juga berbeda, kenapa sampai di Polda Metro Jaya dilimpahkan pasalnya berubah. Tidak adanya interview atau wawancara terhadap kami langsung SPDP dan ditetapkan sebagai tersangka," terang dia.

Pitra pun meluruskan pengucapan people power yang mungkin dipersoal tersebut. Ia menjelaskan, dalam konteks people power yang dikatakan Eggi Sudjana adalah people power protes terhadap kecurangan-kecurangan yang terjadi di KPU maupun di Bawaslu dalam bentuk unjuk rasa.

"Tidak ada sama sekali niat menggulingkan pemerintahan yang sah. Ini dia kan unjuk rasa ke KPU dan Bawaslu, kecuali dia ke Istana Negara, itu baru bermasalah. Ini dia kan protes ke KPU dan Bawaslu," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini