Effendi Simbolon tuding Sudirman Said alihkan isu divestasi Freeport

Sabtu, 21 November 2015 14:15 Reporter : Muhammad Sholeh
Effendi Simbolon tuding Sudirman Said alihkan isu divestasi Freeport Effendi Simbolon jenguk Emir Moeis. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Polemik soal permintaan saham Freeport hingga kini masih terus bergulir. Terlebih dalam kasus ini, Ketua DPR Setya Novanto dilaporkan Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR karena diduga minta saham ke PT Freeport dengan mencatut nama presiden dan wakil presiden.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR periode 2009-2014 yang kini menjadi anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon menilai, kegaduhan yang muncul akibat laporan Sudirman Said terkait Freeport adalah sebuah pengalihan isu.

Substansi dari PT Freeport saat ini adalah mengenai kewajiban divestasi saham ke pemerintah, tetapi malah ditutupi dengan kegaduhan laporannya ke MKD DPR.

"Tindakan Sudirman Said adalah pengalihan isu terlepas dari kasus Ketua DPR Setya Novanto. Sebab ada yang sedang kita tunggu untuk kewajiban mendivestasikan sahamnya. Bahwa kemudian dialihkan melalui cara-cara infotainment," ujar Simbolon di diskusi Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/11).

Simbolon dengan tegas menolak divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Initial Public Offering (IPO). Dia menyebut, yang berkoar-koar divestasi saham Freeport melalui IPO adalah antek-antek bos besar Freeport McMoran Inc, yakni James Moffet.

Effendi menjelaskan, rencana divestasi saham Freeport melalui IPO dilontarkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Seharusnya, penawaran saham langsung ditujukan kepada pemerintah untuk menghindari banyaknya calo-calo. Tetapi, ujar dia, Menkeu selalu bilang tidak memiliki uang untuk membeli saham Freeport.

"Yang antek-anteknya Moffet itu yang mau IPO. Yang divestasi saham enggak mau IPO itu sudah benar," tegas Simbolon.

Lebih lanjut, Simbolon enggan berspekulasi benar atau tidaknya transkripan Setnov yang meminta saham Freeport. Simbolon menuding Sudirman mengalihkan isu besar dengan menyeret Setnov. Padahal, Freeport sekarang ini sedang panik karena harus melaksanakan ketentuan divestasi tahun ini.

"Memang yang menjadi seksi ketika ada kepentingan-kepentingan pihak kemudian berkonspirasi untuk memuluskan memperpanjang (kontrak karya). Padahal dua pihak ini sama-sama ingin memperpanjang yang satu lewat jalur A, yang satu lewat jalur B," tandasnya. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini