Efektifkah pembagian kondom untuk cegah HIV/AIDS?

Senin, 16 Desember 2013 17:01 Reporter : Mustiana Lestari
Efektifkah pembagian kondom untuk cegah HIV/AIDS? Ilustrasi kondom. ©2013 Merdeka.com/Shutterstock/igor.stevanovic

Merdeka.com - Pembagian kondom oleh Kemenkes beberapa waktu lalu, terus menuai kontroversi. Penolakan salah satunya disampaikan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain dinilai membuka terjadinya tindak asusila, Kemenkes pun dinilai tidak total dan tepat dalam kampanye tersebut.

"Untuk pemakaian kondom itu ada keterampilan. Kondom hanya efektif kalau dipakai benar dan konsisten. Ini yang susah. Ada metodenya," kata jebolan doktor FKM UI, Syahrizal Syarif di PBNU Kramat, Jakarta, Senin (16/12).

Metode inilah yang tidak diinformasikan Kemenkes, akibatnya tak jarang orang yang hanya ingin menghindari hamil di luar nikah, pakai kondom gratis malah gagal. Cara penggunaan kondom untuk alat kontrasepsi dan pencegahan HIV/ AIDS ini harusnya dilakukan di sekolah bukan dengan membagi-bagikannya gratis dan terbuka.

"Tidak dalam kampanye publik seperti itu tapi melalui pendidikan kesehatan reproduksi ke sekolah sebagai pengetahuan benar," pungkas dia.

Bukan hanya itu, pemberian secara cuma-cuma juga harusnya kepada para PSK bukan kepada pelajar.

"Keharusan memakai kondom itu dilokalisasi. Sudah kita lakukan di Mimika, tapi kalau untuk remaja. Kehamilan yang tidak diinginkan rasanya jawabannya bukan kondom." tutup dia.

Baca juga:
KY: Menkes bisa dipidana karena bagi-bagi kondom
KY cecar calon hakim agung soal acara Pekan Kondom Nasional
Menkes: Pendorong zina itu film porno, bukan kondom
FPI sebut pembodohan pakai kondom cegah HIV/AIDS
FPI mau tuntut perusahaan kondom

Topik berita Terkait:
  1. Pekan Kondom Nasional
  2. Hiv/aids
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini