Eep Hidayat optimistis PK-nya dikabulkan MA

Jumat, 27 Juli 2012 15:56 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Eep Hidayat optimistis PK-nya dikabulkan MA Eep Hidayat. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah tiga kali menjalani sidang Peninjauan Kembali di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, mantan Bupati Subang Eep Hidayat menyatakan optimistis akan memenangkan PK-nya. Dia yakin akan mengubah putusan Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia atas vonis yang diterima.

Terpidana kasus dugaan korupsi Biaya Pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (BP PBB) Kabupaten Subang itu, kali ketiga datang ke mengikuti jalannya persidangan dalam pengajuan PK.

Usai sidang dia mengaku siap menanti hasil apapun putusan MA. "Dilihat dari fakta, saya optimis bisa memenangkan PK," ungkap Eep di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE Martadinata, Jumat (27/7).

Bupati yang pernah melakukan aksi makan sandal jepit di Halaman Gedung MA itu bersikukuh tidak bersalah atas dugaan korupsi yang menimpanya. "Jadi dugaan sebelumnya, hasil BPKP disembunyikan. Kalau saja hasil BPKP diserahkan di awal persidangan, pasti tidak pernah ada penahanan sampai sekarang," ujarnya.

Pada sidang PK kedua Eep 17 Juli 2012 lalu, Eep menyerahkan Laporan Hasil Audit badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Barat terhadap penghitungan kerugian negara untuk BP PBB Kabupaten Subang pada 2005-2008.

Penyerahan yang dilakukan melalui salah satu staf Yayat Supriyatna itu menunjukkan tidak ada kerugian negara dari pencairan dana BP-PBB senilai Rp 14 miliar. "Kalau tidak ada kerugian negara kenapa dilanjut," katanya.

Sementara itu JPU Rahman Firdaus keukeuh menyatakan hasil audit BPKP Jabar tidaklah memenuhi syarat novum atau bukti baru yang diajukan Eep Hidayat. "Jadi tidak ada kekeliruan dan kekhilafan majelis hakim seperti yang dikatakan terpidana. Novum hadir setelah sidang pertama berlangsung," kata Rahman seraya mengatakan laporan audit tidak bisa dijadikan novum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat 2 huruf s KUHAP.

Sebelumnya Eep divonis bebas atas perkara yang sama oleh Pengadilan Tipikor Bandung, namun dalam permohonan kasasi, JPU dikabulkan MA untuk menahannya dengan 5 tahun penjara. Eep pun menjadi tahanan Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin karena dinyatakan bersalah. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Eep Hidayat
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini