Edy Rahmayadi Sebut Gedung Sekolah di Nias Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Rabu, 16 September 2020 21:08 Reporter : Yan Muhardiansyah
Edy Rahmayadi Sebut Gedung Sekolah di Nias Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19 Gubernur Edy Rahmayadi di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut. ©2020 Istimewa

Merdeka.com - Perhatian serius diberikan kepada Kepulauan Nias menyusul meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19 di kawasan itu. Sejumlah langkah diambil, di antaranya penyekatan, isolasi, serta percepatan pengiriman sampel tes swab-PCR.

“Jadi kita melakukan penyekatan aktif namanya di Nias, karena Nias sendiri saat ini sudah 106 (kasus konfirmasi). Ini tidak boleh kita tunda lagi. Yang kita sekat pertama adalah lapangan terbang, pesawat dari Jakarta ke Nias, dari Medan ke Nias, disekat bukan berarti disetop,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi seusai memimpin rapat koordinasi dengan kepala daerah se-Kepulauan Nias di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Rabu (16/9).

Mantan Pangkostrad ini sebenarnya berharap Kepulauan Nias diisolasi total. Namun rencana itu tidak dapat dilaksanakan karena memerlukan waktu. Karena itu yang diperketat adalah aturan untuk penumpang pesawat. Perlakuan yang sama ditetapkan untuk penumpang kapal laut, baik yang dari Sibolga ke Nias, Singkil ke Nias, atau Teluk Bayur ke Nias. Penyekatan di Kepulauan Nias ini berlaku 14 hari mulai hari Senin (21/9).

“Dia (penumpang) harus membawa surat swab pernyataan negatif. Namun demikian walaupun dia membawa surat swab pernyataan negatif, begitu sampai di Nias tetap diisolasi selama 3 hari. Kita siapkan tempat isolasi,” jelasnya.

Edy mengakui saat ini alat atau perangkat pendukung swab di Nias terbatas. Laboratorium PCR pun belum ada di sana. Saat ini Pemprov Sumut tengah mengajukan pengadaannya di Nias.

Baca Selanjutnya: Karena peralatan yang terbatas itu...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini