Dukungan Jokowi kekuatan baru bagi Gus Ipul-Puti dalam Pilgub Jawa Timur

Selasa, 6 Maret 2018 18:00 Reporter : Arif Ardlyanto
Dukungan Jokowi kekuatan baru bagi Gus Ipul-Puti dalam Pilgub Jawa Timur Sucahyo Tri Budiono, Pakar Politik Universitas Wijaya Kusuma (UWK). ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Dukungan Presiden RI Joko Widodo sebagai kader PDIP menjadi kekuatan baru bagi pasangan calon (Paslon) Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno. Jokowi dinilai sebagai sosok pendongkrak suara terpenting dalam pemilihan gubernur (Pilgub) di Jawa Timur.

"Keputusan Jokowi datang ke rapat pimpinan nasional PDIP merupakan sinyal dukungan kepada paslon Gus Ipul-Puti. Dukungan itu sangat penting, bahkan dukungan itu bisa dikatakan kunci bagi Gus Ipul-Puti," kata Pakar Politik Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, Sucahyo Tri Budiono kepada Merdeka.com, Selasa (6/7).

Cahyo panggilan akrab Sucahyo Tri Budiono mengatakan, keberadaan Jokowi untuk mendukung paslon menjadi sangat penting, hal ini dibuktikan dengan paslon nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak yang ingin meng-klaim kalau Jokowi berada di belakang mereka. Namun, keinginan paslon tersebut terbantahkan dengan kehadiran Jokowi dalam rapat pimpinan (Rapim) di Bali, kemarin.

"Klaim Jokowi mendukung paslon Khofifah-Emil jelas terkikis, buktinya Jokowi datang sebagai kader saat rapim. Itu membuktikan kalau Jokowi tunduk pada keputusan partai," ujarnya.

Dalam pilgub ini, Cahyo mengakui ada perubahan pola yang terjadi di Jawa Timur. Saat ini, segmentasi masing-masing paslon hampir sama, begitu juga dengan pola yang dimainkan. calon gubernur (Cagub) memiliki segmentasi yang sama, yakni massa dari nadliyin di Jawa Timur. Sementara wakil gubernur (Wagub) masing-masing paslon memiliki segmen berbeda tetapi caranya hampir sama.

Cawagub Khofifah memilih untuk fokus pada pemilih millennial, sementara cawagub Gus Ipul, yakni Puti memilih untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat tradisional. Puti ingin mengenang masa lalu dengan mengobarkan masa kejayaan Bung Karno, sebagai tokoh marhaen juga Presiden RI pertama. Namun, Puti juga tidak melepaskan untuk melakukan pendekatan anak muda.

"Gerakan politik yang terjadi tidak tradisional, yang selalu memetakan segmentasi Mataramanm, Pendalungan, Tapal kuda, Madura, dan Arek. Namun kampanye yang terjadi lebih pada sistem modern," kata Dekan Fisip UWK ini.

Melihat kondisi ini, Cahyo yakin kalau proses pemilihan umum (Pemilu) ini akan berjalan aman dan lancar. Apalagi tingkat kesadaran masyarakat Jatim lebih baik dibandingkan daerah-daerah lain. Masyarakat Jatim, ungkap dia, memiliki tingkat kedewasaan di atas daerah-daerah lain. Mereka tidak mudah untuk diprovokasi atau dihasut untuk melakukan tindakan-tindakan negatif.

"Mudah-mudahan proses pilgub bisa berjalan lancar jangan sampai ada konflik horisontal. Jatim ini memiliki tingkat pemahaman politik lebih baik daripada daerah lain," kata Cahyo. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini