Duka bergelayut di rumah pilot Super Tucano

Kamis, 11 Februari 2016 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Duka bergelayut di rumah pilot Super Tucano Keluarga Mayor Ivy Safatillah. ©2016 merdeka.com/kresna

Merdeka.com - Pesawat tempur Super Tucano jatuh di Kawasan Jalan LA Adi Sucipto Gang 12, Blimbing Kota Malang. Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.55 WIB dengan menimpa pemukiman padat penduduk daerah tersebut.

Saat itu, pesawat militer buatan Brasil tengah melakukan uji terbang. Akibat kecelakaan tersebut tiga nyawa melayang. Satu di antaranya merupakan pilot pesawat bernama Mayor Ivy Safatillah.

Sebelum meninggal, Mayor Ivy sempat dirawat di rumah sakit. Namun sayang nyawanya tidak tertolong. "Pilot sempat dirawat di RSSA, namun akhirnya meninggal. Sedangkan co-pilot Serma Syaiful masih dalam pencarian dan kabarnya selamat," ujar Kapentak Lanud Abdurrahman Saleh Malang, Mayor Hamdi Londong Allo di Jalan LA Sucipto Gang XII Malang, Jawa Timur, Rabu (10/2).

Dalam karirnya, dia pernah menjabat sebagai instruktur penerbang skuadron udara 21. Dan pernah ikut dalam pelatihan penerbangan di Brazil.

Duka mendalam pun dirasakan keluarga Mayor Ivy, khususnya sang istri Diana Putri (34). Diana tak menyangka suaminya begitu cepat meninggalkan dia dan dua anaknya. Padahal menurut Diana, sebelum meninggal Mayor Ivy sempat menelepon menanyakan kondisi dua anak dan janin dalam kandungannya.

"Saya komunikasi tadi pagi. Saya tidak menyangka itu terkahir berkomunikasi. Nggak percaya kalau mas Ivy sudah nggak ada," ujar Diana.

Diana bercerita pertemuan terakhir dengan suaminya itu pada Senin (8/2) pagi. Kala itu Mayor Ivy hendak berangkat Malang untuk bertugas.

Diana menjelaskan, sebelumnya Mayor Ivy datang ke Yogya pada Jumat (5/2) sore. Di akhir pekan itu, Mayor Ivy menyempatkan bermain dengan anaknya dan bertemu keluarga besar.

"Mas Ivy pulang seminggu sekali. Jumat sampai ke Yogyakarta, Senin pagi berangkat ke Malang lagi," kata Diana.

Dia juga mengungkapkan hingga saat ini dua anaknya, Rasya (11) dan Aqsa (7) belum diberitahu jika ayah mereka telah meninggal dunia.

Keluarga khawatir jika kepergian Mayor Ivy bisa membuat Rasya dan Aqsa terguncang. Menurut Diana, jika kedua anaknya itu begitu dekat dengan sang ayah. Meski hanya bertemu tiga hari dalam seminggu, namun keduanya begitu lengket dengan Mayor Ivy.

Saat menggelar konferensi pers, Aqsa sempat bertanya pada Ibunya ada keramaian apa? Diana menjelaskan jika ada teman ayah yang meninggal dunia. "Nggak, ayah nggak papa," jawab Diana lirik. [cob] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini