Duit 'Serangan Fajar' Tak Dibagikan, Timses Caleg PKS Aniaya Warga Karawang

Rabu, 24 April 2019 11:50 Reporter : Bram Salam
Duit 'Serangan Fajar' Tak Dibagikan, Timses Caleg PKS Aniaya Warga Karawang Ilustrasi Penganiayaan. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Wirjaya (51) warga Lemahsuhur, Kecamatan Tempuran, Karawang diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan seorang pria berinisial B, tim sukses dari salah satu calon legislatif DPRD Karawang Daerah Pemilihan (Dapil) Karawang 4.

Kapolres Karawang, AKBP Nuresy Irwansyah Putra, menjelaskan peristiwa itu terjadi Kamis (18/4) usai pencoblosan.

"Korban sudah melaporkan kasus penganiayaan oleh pelaku ke Mapolres Karawang," kata Kapolres Karawang, AKBP Nuresy Irwansyah Putra, Rabu (24/4) di Karawang.

Dikatakan Kapolres Karawang, setelah melaporkan kasus yang menimpanya, korban akan segera dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan, termasuk sejumlah saksi yang mengetahui awal peristiwa tersebut.

"Yang pasti penyidik akan meminta keterangan sejumlah saksi atas LP tersebut, " katanya.

Dari informasi yang diperoleh, kasus penganiayaan terhadap Wirjaya, diduga uang 'serangan fajar' yang tidak dibagikan korban berkaitan Pileg 2019, yang sudah dititipkan pelaku B.

Namun setelah pencoblosan 17 April lalu, angka perolehan suara caleg yang diketahui dari PKS bernama Atta Subagja Dinata, bertarung di Dapil 4 untuk DPRD Karawang, tidak sesuai angka yang diharapkan.

PKS Bantah Kenal Pelaku

Ata Subagja Dinata, Calon Anggota Legislatif DPRD Karawang, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Karawang, mengklarifikasi adanya pemberitaan mengenai penganiayaan yang diduga dilakukan oleh tim suksesnya terhadap seorang warga bernama Wirjaya. Menurut Ata, dia tidak mengenal pria bernama Burhanudin yang melakukan penganiayaan.

"Saya tidak kenal dengan terduga pelaku penganiayaan apalagi mengaku tim sukses pencalegan, " kata Ata Subagja Dinata, Caleg PKS DPRD Karawang Dapil Karawang 4, Kamis (25/4).

Dia juga menegaskan Burhanudin bukanlah anggota tim suksesnya. Apalagi sampai ada instruksi melakukan serangan fajar.

"Sekali lagi dia (Burhanudin) bukan sebagai tim sukses saya dan tidak mengenal secara pribadi, " terangnya.

Ketua DPC PKS Kabupaten Karawang, Dedi Sudrajat mengatakan adanya berita warga dianiaya salah satu kadernya sudah diklarifikasi oleh yang bersangkutan dan menyakini tidak ada serangan fajar saat malam pencoblosan Pileg.

"Permaaslahan adanya berita penganiayaan sudah diklarifikasi jadi clear, pelaku bukan tim sukses," tutupnya. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini