Dugaan Pungli Anak Buah, Kapolsek di Palembang Mengira Cuma Ribut dengan Pengendara

Kamis, 6 Mei 2021 15:52 Reporter : Irwanto
Dugaan Pungli Anak Buah, Kapolsek di Palembang Mengira Cuma Ribut dengan Pengendara Dikira Pemudik, Pengendara di Palembang Ngaku Dimintai Rp100 Ribu di Posko Penyekatan. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang pengendara mobil marah-marah karena dimintai uang Rp100 ribu oleh polisi karena dikira pemudik. Kejadian itu berlangsung di hari pertama penyekatan mudik lebaran di Sumatera Selatan.

Kapolsek Kertapati Palembang AKP Irwan Sidik mengaku tidak mengetahui persis kejadiannya. Saat kejadian, dia berada di seberang jalan dan hanya melihat adanya keributan antara seorang polisi dan pengendara mobil.

"Aku tidak terlalu mikir soal itu, setahu saya cuma ribut-ribut saja. Saya di sebelah itu (seberang jalan) karena jauh jaraknya, kan macet penyekatan kita," ungkap Irwan, Kamis (6/5).

Dari pengakuan anak buahnya, tidak ada pungli seperti yang disebut pengendara itu. Irwan menyebut persoalan itu hanya terjadi karena kesalahpahaman belaka.

"Kata anggota tidak seperti itu ceritanya. Mungkin saling keras ngomongnya di lapangan," kata dia.

"(Lakukan pungli) tidak berani, tidak tahu kalau ada videonya, saya tidak bisa membela lagi," sambung Irwan.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengendara mobil emosi lantaran dimintai uang sebesar Rp100 ribu oleh polisi. Pengendara iu mengaku memiliki rekaman saat pungutan terjadi.

Peristiwa itu dialami seorang pengendara mobil saat melintas di Jalan Lintas Sumatera, Indralaya-Palembang, Kamis (6/5). Dia mengendarai mobil berpelat Bangka Belitung, DN.

Dia diberhentikan polisi dan dibawa ke posko penyekatan di Simpang Nilakandi, Kertapati, Palembang. Setelah menemui polisi dan berbincang, pengendara itu lantas marah-marah kepada polisi yang memeriksanya.

"Polisi ini minta duit seratus ribu kepada saya," ungkap pengendara tersebut.

Pungutan itu diduga sebagai bayaran agar pengendara bisa melanjutkan perjalanannya. Dia berasal dari Kayuagung menuju Palembang, bukan warga Bangka Belitung seperti pelat mobilnya.

"Saya ada rekamannya minta duit sama saya," ujarnya.

Polisi berpangkat Aipda yang memeriksa pengendara itu akhirnya mengizinkan melintas. Dia membantah tuduhan pungutan liar kepada pengendara tersebut.

"Kalau mau lewat-lewat saja," kata dia.

Tidak terima, rekan sopir itu mengancam akan menyebarkan video pungli ke media sosial. Dia yang turut menyaksikan adanya pungli mengaku akan melanjutkan kasus ini.

"Jangan main-main pak, saya viralkan video ini," kata dia.

Saat cekcok mulut antara pengendara dan polisi, Kapolsek Kertapati Palembang AKP Irwan Sidik datang ke lokasi. Dia meminta pengendara untuk menjelaskan yang terjadi.

"Saya ini dari Kayuagung ke Palembang untuk mengambil mobil. Mobil saya kecelakaan. Saya sudah lama tinggal di Kayuagung, hanya pelat mobil saja yang dari Bangka," jelasnya.

Setelah mendengar keterangan pengendara, Irwan mengizinkan melanjutkan perjalanannya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pungutan Liar Polisi
  3. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini