Dugaan malapraktik Jessica sudah lama, Menkes ngaku belum dapat laporan

Selasa, 7 November 2017 10:04 Reporter : Ahda Bayhaqi
Dugaan malapraktik Jessica sudah lama, Menkes ngaku belum dapat laporan Keluarga Jessica bocah empat tahun diduga korban malpraktik. ©2017 merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Kematian balita Jessica di RSUPH Adam Malik, Medan, menambah daftar dugaan malapraktik dibidang kesehatan. Jessica, yang saat itu melakukan pemeriksaan, meninggal lantaran ada dugaan kesalahan penanganan.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek enggan menanggapi permasalahan ini. Ia berdalih belum mendapatkan laporan terkait kematian balita Jessica.

"Saya belum dapet laporannya nanti saya salah jawab. Sama pak Oscar (Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyrakat Kemenkes), tanya dulu," ujarnya seraya meninggalkan Auditorium Siwabessy, gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (7/11).

Sementara, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyrakat Kemenkes Oscar Primadi, membenarkan ada laporan yang masuk. Namun ia tidak mau membeberkan ihwal laporan tersebut. Sayang, Oscar pun irit bicara dengan dalih laporan masih didalami bagian Yankes (Pelayanan Kesehatan).

"Nanti kalau sudah clear, saya belum dapat utuh, nanti dari Yankes," ucapnya.

Oscar menjelaskan, masalah ini masih ditangani oleh pihak rumah sakit. Ia ingin persoalan tersebut tidak melebar dan selesai ditangani di tingkat Rumah Sakit.

Ia sendiri sangat berhati-hati dalam menanggapi masalah tersebut. Menurutnya, pihak Kemenkes belum bicara banyak lantaran laporan yang masuk belum mereka tangani. Sehingga belum mau mengungkap bagaimana tindaklanjutnya.

"Kita masih lihat apa masalah yang sebetulnya. Kalau sudah clear nanti kita akan rilis apa yang jadi akar masalah apa kita lakukan dalam menyelesaikan masalah ini," tandasnya.

Sebelumnya, media sosial digemparkan kisah bocah empat tahun bernama Jessica Kateline Br Sianipar yang meninggal setelah mendapat pemeriksaan kesehatan di RSUPH Adam Malik, Medan, Sumatera Utara. Keluarga mengungkapkan peristiwa itu terjadi 23 Agustus 2017. Awalnya Jessica hanya ke RS untuk medical check up. Sebab ada masalah pada otot kaki dan sedikit sesak.

Keluarga menilai ada kejanggalan ketika penanganan sampai melihat jenazah. Mulai dari pihak RS tidak izin saat mengambil sampel darah dan pemasangan CVC (central venous catheter), alat akses pembuluh vena. Sebelum dipasang, Jessica masih dalam kondisi baik. Setelahnya, ia sudah tak bernyawa. Ketika di rumah duka, keluarga melihat keanehan mulai dari bekas luka pemasangan CVC, bagian kaki yang biram, sampai hidung yang bercucuran darah.

Pihak keluarga mendapat tanggapan kurang baik dari Rumah Sakit. Mereka enggan menjelaskan kondisi Jessica buruk sebelum kejadian dan tidak diberitahukan penyebab kematian. Alhasil, keluarga juga melaporkan hal ini ke Polda Sumatera Utara. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini