Dubes Cerita Kehidupan Damai Umat Islam-Kristen-Yahudi di Palestina

Kamis, 13 Januari 2022 14:39 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Dubes Cerita Kehidupan Damai Umat Islam-Kristen-Yahudi di Palestina Suasana Palestina Sepekan Jelang Hari Natal. ©2021 AFP/ABBAS MOMANI

Merdeka.com - Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi menegaskan, Indonesia sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina. Menurut dia, persoalan Palestina bukan masalah agama, tapi kemanusiaan.

“Kehidupan umat Muslim dan Kristen berjalan damai di sana,” kata Wamenag Zainut, dalam keterangannya, Kamis (13/1).

Zainut menekankan, pentingnya nilai toleransi untuk mencegah perpecahan. Toleransi merupakan sikap yang menunjukkan keterbukaan untuk menerima, mendengar pendapat orang lain yang berbeda pandangan. Dia menyebut, toleransi juga tidak merusak nilai-nilai agama lain.

"Kementerian Agama mencanangkan program moderasi beragama agar toleransi antar umat beragama dapat tetap terjaga dan setiap umat beragama dapat menghayati setiap nilai-nilai iman yang diajarkan oleh agamanya," tegas Zianut.

Zainut mengatakan, penanaman nilai-nilai kasih yang benar dalam iman Kristen, dapat menolong terciptanya toleransi di tengah keberagaman bangsa Indonesia. Melalui pembelajaran Alkitab, kata dia, maka dapat ditemukan nilai-nilai yang sesuai dengan kehendak Tuhan untuk menciptakan sikap saling menghargai di Indonesia.

"2022 Dicanangkan sebagai Tahun Toleransi. Saya berharap GAMKI bisa ambil bagian dan ikut menyukseskannya," sambung dia.

Hal itu diungkapkan Zainut saat menghadiri perayaan Natal Nasional Pemuda Indonesia Tahun 2021 yang digelar oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) di Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu 8 Januari lalu. Acara mengusung tema 'Bersehati Memelihara Kasih Persaudaraan'.

Lebih lanjut, Zainut juga mengajak para pemuda untuk menjadikan agama sebagai inspirasi. Dia menyebut agama hendaknya dijadikan sarana untuk menciptakan kesejukan serta kedamaian dan kebaikan bagi manusia.

"Yakinlah, bahwa hidup ini akan semakin memiliki arti dan makna, jika kita mau saling berbagi dan mengasihi," kata dia.

"Selamat merayakan Natal Tahun 2021 dan Selamat Tahun Baru 2022 kepada seluruh Keluarga Besar Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI). Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa menyertai kita semua," tutupnya.

2 dari 3 halaman

Dubes Palestina

Hadir dalam acara tersebut, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Zuhair Al-Shun. Dia menegaskan, apa yang terjadi di Palestina selama ini bukan persoalan agama. Melainkan lebih kental bernuansa politik

"Kami tegaskan bahwa apa yang terjadi di Palestina adalah masalah politik, dan bukan masalah agama. Di Palestina, warga yang beragama Islam, Kristen, dan Yahudi hidup damai berdampingan,” tegas Dubes Zuhair.

Dia mengatakan, tanah Palestina adalah tanah kelahiran para nabi dan para rasul. “Isa atau Yesus dan Maryam (Maria) adalah juga lahir di Palestina, karena itu merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Palestina adalah tanah suci bagi umat Kristen, Islam, dan Yahudi,” ucap Dubes Zuhair.

Lanjut Zuhair, keberadaan GAMKI sebagai ormas pemuda Kristen di Indonesia yang ikut mendukung kemerdekaan Palestina adalah suatu langkah yang sangat diapresiasi bagi pemerintah Palestina.

"Peran pemerintah dan rakyat Indonesia sangat penting dalam setiap perjuangan kemerdekaan Palestina selama ini. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan konsisten dari pemerintah dan rakyat Palestina atas persoalan yang terjadi di Palestina,” kata Zuhair.

3 dari 3 halaman

Sementara itu, Ketua Umum DPP GAMKI Willem Wandik menegaskan, GAMKI selama puluhan tahun konsisten untuk menyuarakan bahwa Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendukung penuh kemerdekaan Palestina dengan solusi dua negara.

“Persoalan Palestina-Israel bukan persoalan agama tertentu saja, melainkan persoalan kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Wandik.

Lebih lanjut, Wandik menyampaikan, pelaksanaan Natal Nasional GAMKI di Kota Padang, Sumatera Barat, adalah untuk dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana keberagaman hidup beragama di Sumatera Barat dan Kota Padang yang dijalani oleh masyarakat lokal dengan humanis.

"Meski mayoritas masyarakat Minang beragama Islam, namun masyarakat tidak memperbolehkan kasus penindasan atau pengucilan terhadap agama lain. Masyarakat memahami kemajemukan dan toleransi tidak dalam bingkai teoritis tetapi lebih kepada makna praktis dan aplikatif," kata Wandik.

Menurut Wandik, hal yang sama juga dapat kita rasakan ketika berada di Papua, Maluku Sulawesi, Sumatera Utara, dan daerah-daerah lainnya. Banyak masyarakat Minang yang merantau dan bekerja di sana, dan dapat hidup damai dengan suku dan agama lainnya.

"Itulah wujud Indonesia yang kita cita-citakan. Tidak membeda-bedakan agama, melainkan bersatu untuk mencapai kesejahteraan bersama," tegas Wandik yang juga merupakan anggota DPR RI dari dapil Papua ini.

Wandik menyampaikan, kehadiran Dubes Palestina untuk pertama kalinya ke Sumatera Barat, disambut baik oleh masyarakat dan pemerintah Kota Padang serta pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Dalam pertemuan antara Duta Besar, dan Universitas Negeri Andalas, disepakati akan ada kerjasama program beasiswa untuk pemuda-pemudi Palestina. Begitu juga dengan Gubernur Sumatera Barat dan Walikota Padang, telah disepakati akan ada kerjasama dengan Palestina dalam bidang pendidikan, teknologi, agama, sosial budaya, dan lainnya," ujar Willem yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Baca juga:
Emma Watson Unggah Pesan Dukungan Bagi Palestina di Instagram
Israel Perintahkan Pembongkaran Bangunan dan Masjid Palestina di Tepi Barat
Ngeri! WN Palestina Bajak Mobil Lalu Tabrak Gerbang saat Kabur dari Rudenim
Menghidupkan Kembali Mosaik Bersejarah Khas Palestina
Tangis Warga Palestina yang Rumahnya Terus Digusur Israel
Diam-Diam, Presiden Palestina ke Israel Bertemu Menteri Pertahanan [rnd]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini