Dua WN Bulgaria tepergok saat pasang alat skimming di ATM BRI

Kamis, 7 Juni 2018 04:15 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Dua WN Bulgaria tepergok saat pasang alat skimming di ATM BRI WNA Bulgaria pelaku skimming di Makassar. ©2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Dua warga negara Bulgaria bernama Ivo Todorov, (45) dan Stoyo Ganchev, (40) diringkus polisi di salah satu penginapan di jl Barombong, Kecamatan wajo, Makassar pada Selasa (5/6) pagi sekitar pukul 07.00 WITA. Keduanya adalah pelaku skimming yang nyaris saja menguras isi mesin ATM BRI unit Maricayya namun gagal karena tepergok sekuriti bank, Rahmil (33).

Kepala Satgas Khusus (Kasatgassus) Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan tidak lebih dari 24 jam pelaku ditemukan berikut sejumlah barang bukti dalam penggeledahan di kamar penginapannya. Antara lain sejumlah skimmer atau alat skimming, satu mesin bor elektronik, dua kartu ATM dan satu unit laptop.

Diari mengatakan kasus berawal saat Rahmil tidur namun mendengar suara seseorang masuk ke gerai ATM dan terlihat mengeluarkan alat bor. Pelaku belum bertindak apa-apa, ada nasabah yang masuk menggunakan mesin ATM. Setelah nasabah itu meninggalkan tempat, pelaku masuk kembali ke gerai ATM.

Rahmil lalu berinisiatif merekam dan langsung menendang pintu untuk bermaksud mengagetkan pelaku. Kedua pelaku tersebut langsung berlari keluar meninggalkan mesin ATM.

Keduanya tidak sempat mengambil peralatannya. Keduanya diduga baru hendak memasang alat-alat skimmer. Karena panik mereka berlari dan meninggalkan mobilnya yang diduga mobil rental.

"Dua orang asing pelaku skimming ini berhasil kita ringkus atas kerjasama dengan sejumlah saksi yang dimintai keterangannya yakni sekuriti dan tiga warga yang berjualan di sekitar lokasi kejadian. Diduga mereka ini pemain lama karena saat pengembangan dari laporan pertama, keduanya berpindah-pindah tempat penginapan, mereka tahu kalau akan dikejar namun akhirnya tertangkap juga. Seandainya pemain lama, mungkin mereka akan tinggal bersembunyi di kamar penginapannya saja," katanya.

Dia mengingatkan kepada warga, untuk mewaspadai tindak pencurian uang nasabah di ATM yang menggunakan skimmer ini. Cara kerjanya, alat dipasang untuk mengambil data elektronik dari nasabah. Alat ini, oleh pelaku kejahatan tidak hanya digunakan di mesin ATM tapi juga di alat-alat pembayaran kasir di pusat perbelanjaan.

Dua pelaku ini diduga melakukan tindak pencurian dengan pemberatan dan percobaan melakukan kejahatan sebagaimana diatur dalam pasal 363 ayat 1 ke 3E dan 4E junto pasal 53 ayat 1 KUHP ancaman hukuman 9 tahun penjara. [eko]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini