Dua Ton Kulit Sapi Ditolak Masuk Bali, Ini Alasannya

Rabu, 10 Agustus 2022 00:31 Reporter : Moh. Kadafi
Dua Ton Kulit Sapi Ditolak Masuk Bali, Ini Alasannya Pembuatan rambak di Bogor. ©2017 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kepolisian Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk menolak masuknya dua ton kulit sapi ke Bali. Alasannya karena kulit sapi tersebut tidak memiliki dokumen kesehatan.

"Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama karantina berhasil mengamankan dua ton kulit sapi tanpa dokumen," kata Kapolsek Gilimanuk Kompol I Gusti Putu Dharmanatha, Selasa (9/8) sore.

Dua ton kulit sapi itu, diketahui diangkut oleh mobil pickup pada Senin (8/8) sekitar pukul 02.45 Wita, di Pos ll, atau pintu masuk Bali Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali, setelah berlabuh dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Saat itu, petugas piket malam melakukan pemeriksaan barang-barang yang masuk ke Pelabuhan Gilimanuk. Petugas menemukan seorang supir berinisial SR (32) dengan mengendarai mobil pickup Grand Max Nomor Polisi (Nopol) P 9390 AE dan barang muatannya lalu diperiksa.

"Saat giat pemeriksaan dengan membuka terpal terlihat kulit sapi yang dikemas dalam ratusan plastik bening dengan berat sekitar dua ton tanpa dilengkapi dengan dokumen," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Sementara, dari keterangan supir, kulit sapi tersebut milik seseorang yang tidak diketahui namanya dan diangkut di pinggir jalan di wilayah Probolinggo, Jawa Timur dengan tujuan Terminal Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Saat itu, si supir melihat kendaraan L-300 berhenti di pinggir Jalan Raya di Probolinggo dengan memasang segitiga tanda bahaya. Maka, sebagai sesama sopir berniat menghampiri dan diketahui as rodanya patah dan si sopir kendaraan L-300 meminta bantuan si sopir pickap Grand Max untuk memindahkan barang berupa kulit sapi ke mobilnya dan diberikan ongkos sebesar Rp1.500.000.

"Yang bersangkutan berangkat dari Probolinggo sekitar pukul 18.00 WIB dan masuk Pelabuhan Ketapang, pukul 23.00 WIB dengan menaiki kapal yang tidak diketahui namanya di Dermaga LCM dan sandar di Pelabuhan Gilimanuk pukul 02.30 Wita," ungkapnya.

Dharmanatha juga menyebutkan, ditolaknya dua ton kulit sapi tanpa dokumen kesehatan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kepala Badan Karantina Pertanian Nomor 12950/KR.120/K/05/2022 tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.

"Selanjutnya oleh pihak Karantina dibuatkan berita acara penolakan dan kulit sapi tersebut dikembalikan ke Ketapang," tutupnya. [fik]

Baca juga:
Senator Australia Jelekkan Bali, Ini Respons Keras Gubernur Wayan Koster
Cek Ternak yang Sudah Vaksinasi PMK Kini Bisa Lewat Telepon Genggam, Begini Caranya
Indonesia Jalin Kerja Sama Badan Pangan dan Pertanian PBB untuk Kendalikan PMK
Pemerintah Minta Tak Ada Pihak Ambil Keuntungan dari Wabah PMK
Sembuh dari PMK, 5 Kebo Bule Keraton Surakarta Diisolasi
Satgas PMK: 627.042 Sapi Telah Disuntik Vaksin
Kirab Malam 1 Suro Keraton Surakarta Tahun Ini Digelar Tanpa Kebo Bule

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini