Dua Tahun Kasus Pembunuhan TKI Asal Cianjur masih Gelap, Keluarga Surati Jokowi

Selasa, 28 Juni 2022 04:03 Reporter : Ya'cob Billiocta
Dua Tahun Kasus Pembunuhan TKI Asal Cianjur masih Gelap, Keluarga Surati Jokowi Foto TKI Evi Noviyanti. Antara

Merdeka.com - Evi Noviyanti, tenaga kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran asal Cianjur, Jawa Barat ditemukan tewas di halaman parkir rumah sakit di Riyadh, Arab Saudi. Dia merupakan korban pembunuhan. Sudah dua tahun berlalu, kasusnya masih gelap.

Keluarga berharap banyak kepada pemerintah. Orang tua korban, Ai Rukiah (59) sampai bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membantu mengungkap kasus tersebut.

Ai Rukiah mengatakan surat permohonan bantuan kepada Jokowi sudah dikirimkan melalui kantor Pos Indonesia Cabang Cianjur.

"Kami mengirim surat ke Presiden agar ada kejelasan pengungkapan kasus Evi yang sejak dua tahun lalu tidak ada titik terang. Evi ditemukan sudah tidak bernyawa di area parkir rumah Sakit Al Kahfi Riyadh tanggal 26 Maret 2020 dengan dugaan dibunuh," kata Ai Rukiah, Senin (27/6). Dikutip dari Antara.

Bahkan selama itu, pihak keluarga sudah mengirimkan berbagai dokumen yang dibutuhkan KBRI, namun kelanjutan dari kasus tersebut tidak pernah sampai ke pihak keluarga. Pihak keluarga berharap kasusnya dapat segera terungkap dan pelaku dijatuhi hukuman setimpal.

2 dari 2 halaman

"Saya memohon Presiden Joko Widodo, dapat membantu keluarga agar kasus terbunuhnya anak kami dapat terungkap secepatnya. Untuk membantu selama ini, kami berkoordinasi dengan Astakira Cianjur," harap Ai Rukiah.

Ketua DPC Astakira Cianjur, Ali Hildan Hildan, mengatakan untuk mengungkap kasus terbunuhnya pekerja migran asal Cianjur itu, pihaknya sudah berkoordinasi dengan BNP2TKI dan KBRI di Saudi Arabia karena korban meninggal diduga dibunuh dan tubuhnya dibuang di halaman parkir rumah sakit di Riyadh.

"Selama dua tahun, kami dan keluarga belum mendapat informasi sudah sampai mana perkembangan kasusnya. Sehingga pihak keluarga berkirim surat ke Presiden RI untuk membantu mendapatkan kejelasan. Harapan kami presiden dapat membantu keinginan keluarga," katanya.

Ia menambahkan, untuk mencari informasi dari berbagai pihak termasuk KBRI di Saudi Arabia, selama ini kerap dilakukan, namun jawaban dari pejabat berwenang belum bisa memastikan apakah sudah ditangani atau tidak berjalan-nya kasus tersebut.

[cob]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini