Dua tahun berjalan, apa kabar kasus Pelindo yang jerat RJ Lino?

Rabu, 14 Juni 2017 07:34 Reporter : Eko Prasetya
Dua tahun berjalan, apa kabar kasus Pelindo yang jerat RJ Lino? RJ Lino diperiksa Bareskrim. ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - KPK sedikit lambat mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II yang menjerat mantan Dirut PT Pelindo II, Richard Joost Lino (RJ Lino). Terakhir penyidik memeriksa RJ Lino sebagai tersangka pada 5 Februari 2016 silam.

Lino sendiri ditetapkan tersangka sejak pertengahan Desember 2015 silam. Bahkan, sampai saat ini, KPK belum melakukan penahanan terhadap RJ Lino.

KPK sendiri mengakui jika pihaknya kesulitan mengusut kasus ini. Sebab, KPK harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum Tiongkok.

Dalam kasus ini, RJ Lino ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut Pelindo II. RJ Lino menyalahgunakan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan korporasi.

RJ Lino diketahui memerintahkan penunjukkan langsung pada perusahaan asal Tiongkok yakni Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan pada pengunjung 2016 mengatakan pihaknya masih membutuhkan waktu untuk menuntaskan kasus korupsi itu.

"Targetnya tahun ini diselesaikan tapi kelihatannya enggak bisa, jadi mau tidak mau 2017 kita lanjutkan kembali," ujar Basaria saat itu.

Pada April 2017, KPK kembali memeriksa pegawai Pelindo II, H Kironoto. Dia diperiksa sebagai saksi RJ Lino. Hingga Juni ini masih belum ada kelanjutannya lagi.

Ketua Pansus hak angket PT Pelindo II Rieke Dyah Pitaloka, mempertanyakan lanjutan kasus dugaan korupsi itu. Dia merasa heran KPK seolah bungkam atas kasus tersebut.

"Dirut RJ Lino yang melakukan perpanjangan dengan kerugian ini dan beberapa hal lain, dia sudah jadi tersangka tapi kok follow up-nya belum ada sampai sekarang," kata Rieke.

Meski begitu, politikus PDIP itu belum berencana mengambil sikap lebih jauh untuk mendesak penegak hukum untuk memproses kasus PT Pelindo II. Sebab, masih melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi, di antaranya Teluk Lamongan dan Teluk Bayur, untuk membandingkan pembangunan dengan pelabuhan New Priok.

"Beberapa hari ke depan kami tetap kunker ke Teluk Lamong dan Teluk Bayur. Kita akan bandingkan pembangunan dua pelabuhan itu dengan New Priok," tegasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini