Dua Polisi Teladan di Antara Rentetan Kasus Jenderal Kriminal

Minggu, 21 Agustus 2022 09:04 Reporter : Merdeka
Dua Polisi Teladan di Antara Rentetan Kasus Jenderal Kriminal Polisi di Kupang kembalika uang temuan ke pemiliknya. Istimewa

Merdeka.com - Tanah Air tengah digegerkan dengan kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Irjen Pol Ferdy Sambo. Dia membunuh ajudannya sendiri, Brigadir J di rumah dinas, Duren Tiga, Jakarta pada 8 Juli lalu.

Skandal pembunuhan ini sampai disorot dunia. Sejumlah media menyebut Irjen Ferdy Sambo 'murder of bodyguard'.

Jenderal terbelit pidana bukan cuma dilakukan Irjen Ferdy Sambo. Belum lama ini, Irjen Pol Napoleon Bonaparte juga dijerat pidana. Dia terbelit penghapusan red notice buronan Djoko Tjandra.

Tak cuma itu, Irjen Napoleon juga terjerat pidana penganiayaan antar sesama narapidana. Bahkan, Irjen Napoleon melumurkan kotoran manusia kepada M Kece saat menjadi sesama tahanan.

Namun, di tengah citra Polri yang disorot negatif. Hadir para polisi teladan dari daerah.

2 dari 4 halaman

Dua anggota Polantas di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) patut diacungi jempol karena mengembalikan uang jutaan rupiah di dalam kantong plastik hitam yang mereka temukan saat mengatur lalu lintas kepada pemiliknya.

Perilaku terpuji Aipda Fandy Adoe dan Brigpol Richard Raja Kana, anggota Direktorat Lalu Lintas Polda NTT, membuktikan bahwa masih terdapat polisi dengan hati yang mulia.

Aipda Fandy Adoe dan Brigpol Richard Raja Kana menemukan sebuah kantong plastik hitam yang di dalamnya terisi uang tunai sebesar Rp7,5 juta. Kantong plastik hitam tersebut ditemukan di saat mereka sedang mengatur arus lalu lintas dan tidak diketahui pemiliknya.

Keduanya sepakat mencari dan memposting hasilnya di media sosial. Gumpalan uang diduga jatuh saat pemiliknya lewat. Awalnya kantong hitam itu ditemukan oleh dua orang wanita yang melintas. Kedua wanita itu melaporkan kepada Aipda Fandy Adoe dan Brigpol Richard Raja Kana.

Keduanya sepakat untuk mencari dan mempublikasikannya di media sosial, yaitu salah
satu grup Facebook terbesar di Kupang, dengan harapan bisa menemukan sang pemilik uang. Gumpalan uang diduga jatuh saat pemiliknya melintas area Aipda Fandy dan Brigpol bertugas.

3 dari 4 halaman

Tak lama setelah dipublikasikan, seorang pria dengan akun bernama Feryanto Tangawila mengatakan kepada Brigpol Richard bahwa uang itu milik majikannya, Suryanto Limardi, pemilik bengkel sepeda motor di dekat Jalan Herewila, tak jauh dari Polda NTT.

Feryanto Tangawila menjelaskan bahwa uang tersebut akan disetorkan ke BCA.

Namun, untuk meyakinkan Brigpol Richard, Feryanto Tangawila mengatakan ada bukti pembayaran dalam kantong plastik hitam bersamaan dengan uang.

Aipda Fandy dan Brigpol Richard kemudian meminta Feryanto datang bersama majikannya untuk memastikan identitas yang mereka bawa sama dengan bukti pembayaran di kantong plastik hitam.

4 dari 4 halaman

Setelah dicek ternyata KTP Suryanto Limardi sesuai dengan nama yang ada di bukti pembayaran dalam kantong plastik hitam. Aipda Fandy Adoe dan Brigpol Richard Raja Kana meminta Suryanto menghitung ulang jumlah uang untuk memastikan jika uang
tersebut masih utuh.

"Awalnya kami tidak berani buka plastiknya, padahal dalam plastik itu ada slip dan nama pemilik. Kami tunggu sampai pemilik datang dan memastikan jumlah uang utuh," jelas Brigpol Richard Raja Kana usai dikonfirmasi, Kamis (18/8).

"Ada yang inbox dan kami tidak asal percaya sehingga kami suruh dia datang dengan bosnya membawa identitas, ternyata cocok sehingga uangnya kami kembalikan," lanjut Aipda Fandy Adoe.

Kedua polisi tersebut mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menjalankan aktivitasnya, terutama saat hendak menyetorkan uang dalam jumlah besar untuk transaksi.

Uang yang dibawa perlu disimpan di tempat yang aman. Sikap polisi terhadap pengembalian uang itu pun membuat bangga pemilik uang tersebut, Suryanto.

Reporter Magang: Syifa Annisa Yaniar

[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini