Dua pegawai avsec Ngurah Rai terlibat pembobolan kartu kredit

Kamis, 6 Juli 2017 12:27 Reporter : Gede Nadi Jaya
Dua pegawai avsec Ngurah Rai terlibat pembobolan kartu kredit pencurian kartu kredit di Bali. ©2017 merdeka.com/gede nadi jaya

Merdeka.com - Polresta Denpasar Bali menangkap komplotan pencurian kartu kredit di Bali. Dua orang pelaku di antaranya adalah pegawai pegawai kontrak avsec (aviation security) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Kedua pegawai kontrak di bandara di Bali ini masing-masing, Gede Sutha Asthina (35) dan Ahmad Jainuri (40). Keduanya diamankan di kosannya masing-masing.

"Pelaku pencurian kartu kredit tersebut dilakukan oleh tiga orang. Dua diantaranya adalah pegawai kontrak avsec. Hasilnya sebagian digunakan untuk belanja fiktif, karena yang bersangkutan memiliki alat untuk menggesek kartu. Sehingga uang tersebut bisa diambil dan bukti transaksinya ada," ujar Wakapolresta Denpasar AKBP I Nyoman Artana.

Dari pengembangan penyelidikan, polisi turut mengamankan IGN Arya Wijaya (56), yang tinggal di Jimbaran, Kuta Selatan.

Dikatakan AKBP Artana, pelaku Arya merupakan residivis pembobolan kartu kredit dengan nilai kerugian korban Rp 40 juta pada tahun 2012 dan tahun 2015 dan dihukum selama 3 bulan penjara.

Terungkapnya kasus ini bermula saat korban melakukan penerbangan dari Jakarta menuju Bali dengan pesawat Air Asia XT7514 pada Rabu (21/6) lalu. Saat itu korban lalai bahwa dompetnya ketinggalan di dalam pesawat.

Korban baru menyadarinya saat perjalanan menuju ke hotel. Hingga akhirnya korban menuju ke Bandara lagi untuk mencari dompetnya.

Dompet tersebut awalnya ditemukan oleh seorang pramugari Air Asia Fitri A saat pihaknya mengecek tempat duduk penumpang pesawat. Dan kemudian dompet tersebut diserahkan kepada bagian Avsec Air Asia I Gedhe Sutha Asthina (pelaku).

Hingga akhirnya yang bersangkutan membawa dompet tersebut menuju kantor Avsec Air Asia.

"Dalam perjalanan tersebutlah, pelaku melancarkan aksinya dengan mengambil salah satu kartu kredit BCA Platinum dari dalam dompet korban dan disembunyikan dalam celananya," terangnya.

Setelah itu pelaku menghubungi rekannya Ahmad Jainuri untuk mengambil kartu kredit yang sudah didapatkannya di drop zone keberangkatan domestik. Kemudian Jainuri menghubungi Arya Wijaya untuk mengambil dan menggunakan kartu tersebut.

Saat itu pelaku mengendarai Avanza Veloz warna merah DK 1230 OA. Dan transaksi kartu tersebut berlangsung di dalam mobil tersebut.

Akhirnya korban mendapatkan kembali dompetnya melalui lost dan found Air Asia. Tanpa curiga langsung saja korban menuju hotel tanpa mengecek terlebih dahulu isi dompetnya.

Sesampainya di hotel korban baru menyadari bahwa salah satu kartunya raib. Hal tersebut diketahui setelah kakak korban berkali-kali mendapatkan pesan bahwa telah terjadi transaksi di kartu kredit BCA tersebut.

"Karena merasa tidak menggunakan kartu tersebut korban akhirnya mengecek kembali transaksi tersebut dan didapati kerugian sebesar Rp 68,7 juta," imbuhnya.

Dari keterangan pelaku, kartu kredit tersebut digunakan di lima lokasi di antaranya SPBU, UFO Bali, Original Levi's Bali Collection, Ware House Nike Bali Collection Komplek BTDC Nusa Dua dan Gebyar Gallery. Sebagian digunakan untuk pembelian fiktif yaitu di galeri yang bersangkutan.

"Pelaku disangkakan pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP juncto pasal 64 KUHP dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun penjara," demikian Wakapolresta Denpasar, Kamis (6/7). [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pembobolan Kartu Kredit
  2. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini