Dua Narapidana di Rutan Trenggalek Diduga Konsumsi Narkoba

Kamis, 15 November 2018 07:31 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Dua Narapidana di Rutan Trenggalek Diduga Konsumsi Narkoba Ilustrasi Narkoba. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Dua narapidana di Rumah Tahanan Kelas IIB Trenggalek, Jawa Timur diduga mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Hal ini diketahui setelah dilakukan tes urine secara acak terhadap puluhan sipir dan warga binaan Rabu (14/11).

"Hasil rapid test menunjukkan urine kedua warga binaan tersebut mengandung amphetamin, merupakan salah satu zat yang terkandung dalam sabu-sabu," kata Plt Kepala BNN Kabupaten Trenggalek Kompol Susetya Budi Utama seperti dikutip Antara, Kamis (15/10).

Dua napi yang teridentifikasi memiliki sampel urine mengandung amphetamin itu, kini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut tim BNN.

Terhadap keduanya dilakukan proses 'assessment' atau semacam penyelidikan dengan teknik wawancara untuk memastikan apakah kandungan amphetamin tersebut berasal dari salah satu produk narkoba yang mereka konsumsi selama di Rutan.

"Jika benar tentu akan ditelusuri lebih lanjut dari mana asalnya dan bagaimana narkoba itu bisa masuk ke dalam rutan," katanya.

Total warga binaan (napi dan tahanan titipan) yang dilakukan pemeriksaan sampel urine secara acak berjumlah 75 orang. Selain warga binaan, BNN juga melakukan pemeriksaan urine terhadap seluruh jajaran sipir termasuk Kepala Rutan Trenggalek Dadang Sudrajat.

Hasilnya, terhadap sipir dan pejabat rutan dinyatakan nihil atau negatif.

"Sedangkan untuk pegawai rutan sendiri, berdasarkan hasil pemeriksaan di rapid test semua dinyatakan negatif," ujarnya.

Dengan hasil tersebut nantinya BNN akan terus bekoordinasi dengan pihak rutan. Hal ini dilakukan, kendati berdasarkan hasil rapid test dinyatakan positif, namun dua warga binaan tersebut belum tentu mengkonsumsi narkoba.

Alasannya, kata Budi, ada beberapa jenis obat-obatan yang juga memiliki kandungan hampir sama dengan narkoba, sehingga jika dilakukan tes pada rapid tes hasilnya positif.

Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan secara mendalam, apakah yang bersangkutan mengkonsumsi narkoba, atau hanya minum obat tertentu.

"Belum tentu yang dikonsumsi itu adalah narkoba, sebab jika dia (warga binaan yang terindikasi) minum obat flu beberapa hari ini hasilnya juga positif, maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih detail," ujarnya. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini