KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Dua mahasiswa pengeroyok TNI AD di Yogyakarta ditangkap

Senin, 6 Mei 2013 15:06 Reporter : Mohamad Taufik

Merdeka.com - Dua dari empat mahasiswa pengeroyok dua anggota TNI AD Batalyon Infanteri 403 Yogyakarta sudah ditangkap. Mereka berinisial VC (Vincen) dan F (Fran). Keduanya ditangkap di Asrama Puncak Jayawijaya yang berada di Jalan Pringgondani, Mancasan Kidul, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

"Dua lagi masih dalam pengejaran. Sampai sekarang masih terus kami kejar," kata Humas Polda DIY AKBP Anik Pujiastutik kepada merdeka.com, Senin (6/5).

Hingga kini kasus ini masih didalami. Sedangkan dua pelaku yang masih dalam pengejaran berinisial BL (Balla) dan BO (Bobi).

Adapun dua anggota TNI AD yang terluka bernama Praka Bathasar Lermatan dan Praka Silvester Tawurutubun. Praka Bathasar kini masih dirawat di Rumah Sakit TNI Magelang karena luka lebam, hidung patah, dan luka sobek lengan kiri.

Sementara Praka Silvester mengalami luka lecet-lecet pada tangan. Paska kejadian para pelaku langsung kabur. Sementara kawan-kawan korban anggota dari Batalyon 403 mendatangi lokasi untuk menolong korban yang terluka.

Anik menjelaskan, peristiwa pengeroyokan anggota TNI oleh empat mahasiswa itu terjadi pada Minggu siang, sekitar pukul 09.30 WIB. Kala itu Praka Bathasar dan Praka Silvester sedang berbelanja di Minimarket Fulltime (FT) Jalan Seturan Babarsari, Sleman.

Sesampainya di minimarket, ke dua prajurit itu melihat empat mahasiswa itu juga berbelanja. Namun ketika hendak membayar uang mereka tidak cukup sehingga secara spontan dua tentara itu menegur, meminta mereka membayar sesuai jumlah.

"Intinya terjadi salah paham. Korban mengingatkan agar membayar, tapi pelau yang sedang mabuk tidak terima, sehingga terjadi pemukulan," kata Anik. [mtf]

Topik berita Terkait:
  1. Pengeroyokan

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.