Dua Korban Penganiayaan Bahar Bin Smith Dijadwalkan Hadiri Persidangan

Selasa, 26 Maret 2019 12:42 Reporter : Aksara Bebey
Dua Korban Penganiayaan Bahar Bin Smith Dijadwalkan Hadiri Persidangan Habib Bahar penuhi panggilan Bareskrim. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Merdeka.com - Dua korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh Bahar bin Smith dijadwalkan hadir dalam sidang yang digelar, Kamis (28/3/2019) nanti. Tak hanya itu, jaksa pun akan menghadirkan orang tua korban untuk memberikan kesaksian.

Korban dalam kasus ini diketahui Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi. Dalam dakwaan, disebutkan orang tua korban pun turut menyaksikan penganiayaan yang dilakukan oleh Bahar di pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor.

Dalam dakwaan, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP. Jaksa juga mendakwa Habib Bahar dengan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ada empat orang saksi yang rencananya akan dihadirkan. Dua orang korban berserta orang tuanya," ucap Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat Abdul Muis Ali di Kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Selasa (26/3).

Persidangan Bahar sendiri terus berjalan seiring eksepsi yang diajukan oleh kuasa hukumnya ditolak majelis hakim pada persidangan yang digelar pekan lalu di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung

"Mengadili, menolak eksepsi dari penasihat hukum terdakwa tersebut," ucap ketua majelis hakim Edison Muhammad saat itu.

Majelis hakim menilai surat dakwaan yang dibuat oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Cibinong memenuhi syarat untuk melanjutkan persidangan ke pemeriksaan saksi.

Adapun keberatan terkait tempat pengadilan di Kota Bandung yang masuk dalam poin nota keberatan kuasa hukum Bahar, Majelis Hakim menjelaskan, semua itu merupakan keputusan tersebut merupakan kewenangan MA yang berasal dari permohonan Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong, Pengadilan Negeri Bogor dan pihak kepolisian setempat.

Terlebih, terdakwa Bahar bin Smith merupakan seorang guru di pesantren di Bogor, sehingga ada hubungan emosional antara santri dan guru serta simpatisan yang dapat mengintervensi persidangan.

Sehingga, pemindahan tempat pengadilan ke Bandung tak menyalahi aturan. Ada banyak kasus yang tempat kejadian di luar Bandung, namun diadili di Kota Bandung. Contohnya, kasus Buni Yani yang locus delicti di Kalibaru (Depok) yang diperiksa di Bandung atas dasar keputusan MA tanggal 27 April 2017.

Sebelumnya, keberatan terkait tempat pengadilan disampaikan oleh kuasa hukum Habib Bahar, Munarman. Ia Pengadilan Negeri Bandung tidak berhak mengadili kliennya karena perkara terjadi di wilayah Kabupaten Bogor

Selain itu, alasan pihak kuasa hukum Bahar yang ingin pengadilan digelar di PN Binong, Bogor karena lebih ekonomis. Pasalnya banyak saksi yang berdomisili di Bogor. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Habib Bahar
  3. Penganiayaan
  4. Bandung
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini