Dua anggota DPR dan pejabat Kemenag diperiksa dalam kasus Haji

Senin, 11 Agustus 2014 12:28 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Dua anggota DPR dan pejabat Kemenag diperiksa dalam kasus Haji Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Pengusutan kasus korupsi pelaksanaan haji pada 2013 di Kementerian Agama terus bergulir. Hari ini, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memeriksa pejabat dan mantan pejabat di Kementerian Agama, serta dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat sebagai saksi.

Saksi-saksi itu adalah mantan Direktur Jenderal Pelaksanaan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Anggito Abimanyu, mantan Staf Teknis Haji I Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Mohammad Syairozi. Lainnya adalah Kepala Sub Direktorat Transportasi Ditjen PHU Kemenag, Subhan Cholid. Sementara dua anggota DPR itu adalah Nurul Iman Mustofa dan Wakil Ketua Komisi VIII asal fraksi Partai Demokrat, Gondo Radityo Gambiro.

"Diperiksa untuk tersangka SDA," tulis Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK, Priharsa Nugraha, Senin (11/8).

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan seorang tersangka yaitu mantan Menteri Agama, SDA. Tetapi uniknya, dalam surat perintah dimulainya penyidikan tercantum kata 'SDA dan kawan-kawan.' SDA disangka melanggar pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) jo pasal 55 ayat (1) ke-(1) KUHPidana.

Praktik korupsi ditengarai terjadi di berbagai lini. Antara lain pengadaan penginapan, transportasi, dan katering. Selain itu, diduga SDA juga menyalahgunakan kuota Panitia Pelaksanaan Ibadah Haji serta memanipulasi Sistem Komputerisasi Haji. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Korupsi Haji
  2. Haji
  3. DPR
  4. Kemenag
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini