DPRD Tangsel Berharap Kursi BUMD Bebas dari Praktik Bagi-Bagi Kekuasaan

Selasa, 6 April 2021 13:43 Reporter : Kirom
DPRD Tangsel Berharap Kursi BUMD Bebas dari Praktik Bagi-Bagi Kekuasaan Karnaval Pilkada Tangsel. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Proses seleksi komisaris dan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS), diharapkan tidak menjadi kolusi atau bagi-bagi kekuasaan oleh tim sukses pemenangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tangerang Selatan 2021 terpilih.

"Orang yang terpilih nanti harus berdasarkan kemampuan dan integritas, bukan berdasar atas balas jasa atau kedekatan dengan seseorang," kata wakil Ketua DPRD Tangsel, Li Claudia Chandra ditemui di DPRD Tangsel, Selasa (6/4).

Dia menegaskan, panitia seleksi juga harus bekerja secara profesional dan transparan dalam menjaring profesional di jajaran komisaris dan direksi BUMD Tangsel tersebut.

"Bahwa ada kekosongan dalam jajaran Direksi PT PITS, saya berpandangan bahwa panitia seleksi harus bekerja secara Profesional dan transparan. Dan orang-orang yang masuk ke dalam nominasi haruslah orang-orang yang memang menguasai permasalahan," terang dia.

Ketua DPC Gerindra Tangsel ini juga menegaskan bahwa, seleksi komisaris dan direksi PT PITS yang baru diharapkan dapat mendatangkan keuntungan bagi perusahaan daerah, yang sejak berdiri pertama kali hingga saat ini tidak pernah mendatangkan keuntungan.

"PT PITS sejak berdiri sampai hari ini belum memberikan deviden bagi Tangsel. Terlebih PT PITS sudah banyak menerima APBD yang merupakan uang rakyat, melalui mekanisme penyertaan modal," kata dia.

Li Claudia juga menyebutkan bahwa BUMD Tangsel, juga banyak meninggalkan persoalan, terutama terkait akuntabilitas dalam penggunaan anggaran dan belanja modal.

"Banyak persoalan dalam PT PITS, akuntabilitas yang juga masih di pertanyakan," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Tangsel, Abdul Rasyid menegaskan, partainya yang menjadi pengusung satu-satunya pasangan pemenang Pilkada Tangsel, tidak pernah membicarakan posisi di BUMD Tangsel yang belum memberikan untung itu.

"Engga ada kaitan dengan itu, harapan besar saya itu, kompetensi, inovasi arahnya ke sana. Kita enggak pernah ada pembicaraan itu.," kata Abdul Rasyid yang juga ketua DPRD Tangsel.

Meski begitu, dia beranggapan sah-sah saja, kalau ada anggapan publik yang menyudutkan Golkar dan tim sukses pasangan pemenang Pilkada berkepentingan dalam pemilihan komisaris dan direksi BUMD tersebut.

"Sah (persepsi). Tapi belum pernah ada pembicaraan terkait itu. Simpel saja, itu lowongan terbuka, ada tim panitia seleksi maka masyarakat dan media berhak mengawasi prosesnya," kata Abdul.

Sementara itu, dari data yang diperoleh ada 10 pendaftar yang lolos seleksi administrasi komisaris dan direksi PT PITS dari nama-nama yang muncul, beberapa di antaranya disinyalir merupakan kader partai Golkar dan tim pemenangan pasangan pemenang Pilkada Tangsel.

Selanjutnya, dari ke 10 nama itu, tim panitia seleksi meminta peserta yang lolos seleksi administrasi untuk mengikuti tes kompetensi/manajerial/psikologi yang diselenggarakan 7 dan 8 April di Pusat inovasi Psikologi Universitas Padjajaran, Bandung.

Berikut nama-nama peserta lolos seleksi administrasi jabatan komisaris: Chaerudin, Maryono, Yusi Imam Mahendra, Winny Septiana Sari, Susanto.

Sementara nama-nama yang lolos seleksi untuk posisi direktur keuangan adalah Agus Pramono, Agus Supadmo, Buchori Muslim, Dian Yunita Dewi dan Mohamad Iqbal Prayoga. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. DPRD
  3. BUMD
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini