DPRD Sering Tegur Dinkes Tangsel karena Lambat Merespons Laporan Terkait Covid-19

Kamis, 29 April 2021 10:41 Reporter : Kirom
DPRD Sering Tegur Dinkes Tangsel karena Lambat Merespons Laporan Terkait Covid-19 Wakil DPRD Tangsel Li Claudia Chandra. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menanggapi santai adanya penelantaran pasien Covid-19 oleh satgas dan Puskesmas di kawasan Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan.

Dalam peristiwa tersebut, dua kakak beradik AR (35) dan AL (27), mengaku ditelantarkan tim Satgas Covid-19 dan pihak Puskesmas, lantaran tidak mendapat layanan untuk melakukan swab PCR tes serta isolasi dan perawatan khusus pasien Covid-19 di rumah sakit atau di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel.

Bahkan, AR yang merasakan sejumlah gejala Covid-19 pada tubuhnya itu, juga hanya diberikan resep dokter yang dia tebus secara mandiri.

"Ini berita sudah lama. Menurut Pak RT dan Pak RW mereka sudah pulang ke rumah. Sudah pulang dari wisma atlet," ucap Kepala Dinkes Tangsel, Alin Hendarlin Mahdaniar dikonfirmasi.

Sementara, ketika ditanya mengenai protokol penanganan pasien bergejala hingga dinyatakan positif Covid-19, Alin enggan memberikan penjelasan.

Wakil Ketua DPRD Tangsel Li Claudia Chandra mengakui lambannya Dinkes Tangsel dalam merespons setiap laporan masyarakat terkait penanganan pasien Covid-19.

Dia mengklaim, telah seringkali memperingati Dinkes Tangsel untuk lebih cepat tanggap dalam merespons setiap aduan dan laporan yang diterima.

"Memang Dinkes Tangsel lambat merespons setiap laporan terkait penanganan Covid-19. Berkali-kali dalam setiap kesempatan dalam RDP (rapat dengar pendapat) maupun evaluasi kemarin, kami di DPRD mengingatkan Dinkes beserta jajarannya agar bersikap responsif," tegas Li Claudia.

Li Claudia juga mengaku kaget, pasien positif Covid-19 tersebut hanya diberikan resep saja oleh pihak Puskesmas dan menebus obat-obatan dari resep tersebut secara mandiri.

"Harusnya tidak (menebus mandiri) karena untuk penanganan Covid-19 sudah ada anggarannya. Ini nanti akan saya cek. Saya juga meminta anggota saya yang di komisi II mengecek," tegas Li.

Sementara AR, mengaku saat ini sudah kembali ke rumah, usai isolasi di Wisma Atlet bersama istri dan seorang anaknya. Isolasi ke Wisma Atlet pun lanjut AR, bukan merupakan hasil koordinasi Dinkes Tangsel.

"Iya sudah pulang, saya, istri dan anak pertama saya. Tapi jalur bang Cobra (rujuk wisma atlet), bukan jalur Dinkes atau Puskesmas," jelas AR

Sebelumnya diberitakan, dinyatakan positif Covid-19. Dua warga Tangsel ditelantarkan Satgas Covid-19 dan Puskesmas. Penelantaran itu, membuat pasien melakukan swab PCR tes, pembelian obat-obatan dan isolasi secara mandiri. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini