DPR tak rela harta karun ratusan miliar dilelang

Selasa, 3 April 2012 07:04 Reporter : Mohamad Hasist
DPR tak rela harta karun ratusan miliar dilelang Harta karun yang ditemukan di Cirebon. merdeka.com/dok

Merdeka.com - Anggota Komisi X DPR Dedi Suwandi Gumelar menegaskan, pemerintah harus menjaga pelbagai artefak yang berasal dari Indonesia. Jika pemerintah sengaja menjualnya, maka akan melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

"Jika pemerintah terlibat, maka pemerintahnya yang melanggar, termasuk presidennya," kata Dedi kepada merdeka.com.

Akhir pekan lalu, media Daily Mail menurunkan laporan soal artefak Indonesia. Harta karun berharga itu ditemukan di lepas pantai Cirebon Jawa Barat sekarang dilelang di Singapura.

Artefak itu berusia sekitar seribu tahun. Nilainya cukup fantastis jika dijual, sekitar Rp 733 miliar.

Harta karun itu terdiri dari 250 ribu barang pecah belah dan perhiasan. Meliputi guci keramik, mutiara, hingga emas. Benda-benda bersejarah ini berasal dari sebuah kapal China yang tenggelam tidak jauh dari Pelabuhan Cirebon.

Jika benar ada pelelangan, pemerintah harus menghentikan. "Itu kan masuk cagar budaya yang harus dilindungi. Intinya tidak boleh diperjual-belikan di dalam atau di luar negeri," tegas Dedi.

Menurut dia, pemerintah baik pusat dan daerah harus sama-sama mengawasi kekayaan Indonesia. Jika tidak mampu, perlu melibatkan Angkatan Laut untuk mengawasi. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Harta Karun Cirebon
  2. Harta Karun
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini