DPR sebut vonis mati buat satu terdakwa pembunuh Yuyun tidak adil

Jumat, 30 September 2016 13:10 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
DPR sebut vonis mati buat satu terdakwa pembunuh Yuyun tidak adil Pemerkosa Yuyun jalani sidang. ©AFP PHOTO/Diva Marha

Merdeka.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Curup Kabupaten Rejang Lebong menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Zainal alias Boss, pelaku utama pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Yuyun (14) siswi SMP Negeri 5 Padang Ulak Tanding, Bengkulu.

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher menyayangkan hakim hanya menjatuhkan hukuman mati terhadap Zainal. Seharusnya, empat terdakwa lain yang divonis hukuman penjara 20 tahun turut pula dijatuhi hukuman mati.

"Ya kalau cuma satu yang terkena hukuman mati itu menurut saya belum memenuhi harapan rasa keadilan, dibandingkan dengan nyawa seseorang yang diperkosa dengan sadis," kata Ali saat dihubungi, Jumat (30/9).

Ali mengatakan vonis tersebut jauh dari rasa keadilan. Mengingat, perbuatan yang dilakukan oleh empat terdakwa lain menurutnya merupakan suatu kejahatan yang luar biasa.

"Jadi, tentu saja hakim punya alasan-alasan yuridis karena negara kita negara hukum, tapi bagi saya belum muncul rasa keadilan, khususnya bagi keluarga yang terkena musibah, karena tingkat kejahatannya melampaui batas," ujarnya.

Lewat putusan hakim tersebut, lanjut dia, dapat memicu munculnya efek tak takut bagi seseorang yang berniat melakukan kejahatan seksual. Sebab, seharusnya hakim memberikan vonis mati terhadap seluruh terdakwa pemerkosa Yuyun.

"Kalau saya ya hukuman mati, paling tidak melihat aspek hukumnya lah. Bagi saya satu orang itu tidak memenuhi rasa keadilan, tingkat kejahatan yang berakibat ya yang dimunculkan bagi generasi yang akan datang," katanya.

Seperti diketahui, Amar putusan yang langsung dibacakan ketua majelis hakim, Heny Fatidha itu juga membacakan amar putusan vonis kepada empat terdakwa lain. Mereka adalah Tomi Wijaya alias Tomi, Mas Bobi alias Bobi, M Suket dan Faizal Eldo Syaisah. Mereka dijatuhkan pidana penjara selama 20 tahun.

"Terdakwa Zainal divonis hukuman mati, empat terdakwa lain dijatuhi hukuman pidana penjara selama 20 tahun," kata Heny di PN Curup (29/9). [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini