DPR: Pemda DKI Tidak Siap Antisipasi Membludaknya Pasar Tanah Abang

Senin, 3 Mei 2021 12:48 Reporter : Ahda Bayhaqi
DPR: Pemda DKI Tidak Siap Antisipasi Membludaknya Pasar Tanah Abang Kerumunan Pasar Tanah Abang di Tengah Pandemi. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengkritik pemerintah provinsi DKI Jakarta kurang mengantisipasi membludaknya pasar Tanah Abang. Pemprov dinilai gagal antisipasi karena tidak ada penyekatan dan tidak ada penutupan pintu masuk transportasi.

"Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang. Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah Abang. Semua dilakukan setalah adanya kerumunan yang banyak di area Pasar Tanah Abang," kata Rahmad kepada wartawan, Senin (3/5).

Menuru Rahmad, peristiwa membeludaknya pengunjung pasar Tanah Abang bertolak belakang dengan langkah pemerintah mengendalikan virus Covid-19. Namun justru pemerintah provinsi DKI gagal antisipasi penyebaran Covid-19 dengan terjadinya penumpukan di pasar Tanah Abang. Potensi menjadi klaster pun muncul.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata Rahmad, semestinya bisa mengantisipasi dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat menjelang lebaran.

"Semestinya bisa dikonsolidasikan, dipersiapkan dengan baik menyikapi lonjakan pengunjung ke pasar Tanah Abang," kata politikus PDIP ini.

Dia mendorong agar gubernur, satgas dan aparat keamanan mencegah terjadi penumpukan sama. "Kita harus segera konsolidasi, gubernur, Satgas daerah dan aparat keamanan TNI Polri untuk mengkanalisasi, supaya segera diurai, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung lagi, apalagi jika sampai sore hari," kata dia.

Rahmad mendorong perlu segera dilakukan penanganan di Tanah Abang semestinya bisa dikanalisasi dan diantisipasi. Pemerintah daerah itu bisa mengantisipasi sedini mungkin dan berkoordinasi atau minta bantuan pada aparat kepolisian.

"Saya kira kejadian di Pasar Tanah Abang sangat disayangkan. Mestinya pintu-pintu masuk menuju pasar Tanah Abang bisa direlokasi dialihkan untuk sementara tidak masuk dulu ke pasar Tanah Abang karena memang situasi tidak memungkinkan," kata Rahmad.

Rahmad mengingatkan, hendaknya kita bisa belajar seperti yang terjadi di India saat ini. Negara tersebut sedang dihantam pandemi Covid-19 karena banyak kerumunan masyarakatnya di beberapa tempat.

"Jangan sampai kerumunan itu terjadi lagi. Ingat, yang paling efektif itu adalah menetapkan prokes. Kita juga himbau warga masyarakat jangan paksakan untuk ke pasar Tanah Abang, atau pasar lain yang sangat ramai," katanya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini