DPR Nilai Informasi Pelayanan Publik di Tengah Pandemi Corona Belum Maksimal

Jumat, 20 Maret 2020 13:26 Reporter : Ahda Bayhaqi
DPR Nilai Informasi Pelayanan Publik di Tengah Pandemi Corona Belum Maksimal Masinton Pasaribu. ©2017 dok foto dok ri

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengaku memantau situs-situs Kementerian yang menjadi mitra Komisi hukum DPR saat pemerintah mengimbau publik untuk beraktivitas di rumah. Dia menilai pemerintah ternyata belum siap untuk menjalankan langkah tersebut.

Sebab, menurutnya, Kementerian belum menyajikan informasi pelayanan publik yang baik di tengah darurat corona.

"Kita bisa check bersama misalnya website Imigrasi sebagai garda depan gerbang keluar masuk Indonesia sama sekali belum memuat prosedur pelayanan keimigrasian pada masa darurat virus corona. Begitupun dengan Kementerian Hukum dan HAM, Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, BNN, BNPT, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Mahkamah Konstitusi, Komnas HAM, KPK, LPSK dan PPATK," kata Masinton dalam keterangannya, Jumat (20/3).

Masinton mengatakan, hanya ada berita kecil dan tidak begitu informatif yang disajikan dalam situs pemerintah. Menurut dia, sedianya kementerian dan aparat penegak hukum menyiapkan sarana dan prasarana yang mudah diakses publik seperti situs.

"Sehingga masyarakat yang bekerja dari rumah dan saat berurusan dengan instansi tersebut dapat terlayani dengan baik," kata legislator asal PDIP ini.

1 dari 1 halaman

Masinton mengatakan, berulang kali menyampaikan pentingnya manajemen bencana kepada kementerian. Sehingga situasi bencana seperti ini, kementerian sudah menyiapkan solusi.

"Ketidaksiapan masing-masing kementerian dan lembaga sangat kontraproduktif dengan himbauan Presiden Jokowi yang menegaskan bahwa aktivitas pelayanan publik jangan sampai terhenti," kata dia.

Masinton meminta mitra kerja Komisi III dalam dua hari memperbaiki sistem informasi publik di situs masing-masih lembaga. Agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat.

"Pemerintah sudah menyampaikan bahwa masa darurat penyebaran virus corona berlangsung hingga 90 hari ke depan. Maka, setiap kementerian dan lembaga negara yang membidangi Hukum, HAM dan Keamanan wajib membuat Road map atau panduan pelayanan masyarakat dalam masa darurat penyebaran virus corona," kata dia. [ray]

Baca juga:
Pasien Balita Positif Corona di RSUP Sardjito Dinyatakan Sudah Sembuh
Antisipasi Pandemi Covid-19, Petugas Sterilisasi Lapas Cipinang
Jerit Pekerja Kantoran Jakarta: Kiamat Juga Pasti Disuruh Kerja sama Bos
AHY Sarankan Wilayah Penyebaran Virus Corona Terberat Di-lockdown

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini