KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

DPR minta Rusia tak campuri kerja KNKT

Kamis, 31 Mei 2012 12:20 Reporter : Muhammad Sholeh
pencarian korban sukhoi. merdeka.com/REUTERS / Beawiharta

Merdeka.com - Flight Data Record (FDR) pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, telah ditemukan. Dilihat dari kondisi FDR yang cukup baik, proses pembacaan data diperkirakan hanya akan berlangsung selama satu hingga dua hari.

Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso menyarankan agar pihak Rusia tak terlalu jauh mencampuri kerja Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk meneliti isi CVR dan FDR pesawat nahas itu.

"Saya meminta Duta Besar Rusia jangan terlalu masuk jauh mencampuri penyelidikan Indonesia," kata Priyo kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis, (31/5).
 
Priyo mengaku bangga atas keras Tim SAR yang telah berusaha menemukan dua alat penting itu. Meski sedikit terlambat, dia menyadari itu lebih karena kondisi medan yang sulit dijangkau

"Walau terlambat, tentunya itu menggembirakan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu terjadi. Temuan itu menunjukkan ikhtiar yang serius dari tim SAR dan yang lainnya," ujarnya.

Selama proses penyelidikan, Priyo berharap kedua negara saling menghargai kerja tim masing-masing. Dia pun menegaskan insiden pesawat nahas itu tidak semerta-merta merusak hubungan kedua negara.

"Saya meyakini diantara kedua negara bisa diterima. Masalah Sukhoi akan lebih baik, kalau mendapat suport dari pihak-pihak negara sahabat, termasuk Rusia," jelas politikus Partai Golkar ini. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Sukhoi Hilang
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.