DPR Mengecam, Desak Polisi Buka Kembali Laporan Pemerkosaan di Luwu Timur

Jumat, 8 Oktober 2021 11:22 Reporter : Ahda Bayhaqi
DPR Mengecam, Desak Polisi Buka Kembali Laporan Pemerkosaan di Luwu Timur Ahmad Sahroni. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, mengecam Kapolres Luwu Timur dan Kapolda Sulawesi Selatan yang tidak serius menanggapi laporan dugaan pemerkosaan yang dilakukan ayah terhadap tiga anaknya di Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Ia mendesak polisi untuk segera membuka kembali kasus tersebut

"Tindakan pelaku ini sangat biadab dan harus dihukum seberat-beratnya. Di sisi lain, saya juga ingin menyoroti sikap dari Polres Luwu Timur dan Polda Sulawesi Selatan yang kalau menurut pemberitaannya, sama sekali tidak membantu. Tidak ada perspektif melindungi korban, yang ada justru membuat korban makin trauma. Ini adalah preseden buruk yang sangat disayangkan," ujar Sahroni dalam keterangannya, Jumat (8/10).

Sahroni menilai, pihak kepolisian patut dipertanyakan karena tidak melanjutkan pelaporan oleh pihak korban. Bukti berupa rekaman, celana, hingga pengakuan anak-anaknya sudah disampaikan oleh ibu korban kepada polisi tetapi tidak ditindaklanjuti.

"Kalau memang sesuai dengan yang diberitakan, maka saya tidak mengerti kenapa Kapolres dan Kapolda-nya malah menghentikan laporannya? Ini kasus kekerasan terhadap anak yang efeknya tidak main-main, bisa bikin trauma seumur hidup. Udah mau laporan saja sudah syukur, tapi kalau sudah lapor tapi polisi malah tidak melanjutkan, ini keterlaluan," ujar Sahroni.

Sahroni mendorong Propam untuk mengusut langkah Kapolda dan Kapolres yang tidak melanjutkan laporan tersebut.

"Kapolres dan Kapolda harus bisa menjelaskan alasan di balik keputusan ini, kalau perlu libatkan Propam. Jangan sampai kita melenggangkan tindak pidana kekerasan seksual seolah ini adalah masalah ringan," tegasnya.

Sikap polisi yang tidak proaktif tersebut, kata Sahroni, bakal menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap korps Bhayangkara. Kecaman masyarakat sudah ramai banyak terlihat di media sosial terhadap kepolisian.

"Sekarang seiring dengan mencuatnya berita ini, muncul pula tagar #Percumalaporpolisi, karena memang laporannya malah ditolak. Ini sangat disayangkan, karena justru tugas polisi adalah melindungi dan melayani masyarakat," kata Sahroni.

Sahroni juga meminta Polri segera melindungi pihak pelapor dan korban. Kasus pemerkosaan ini harus diusut tuntas.

"Karenanya saya akan minta dan pantau terus agar yang pertama dilakukan Polri adalah melindungi pelapor dan korban. Lalu buka dan usut kasus ini kembali. Jangan sampai kasus seperti ini diacuhkan, yang akan membuat masyarakat malah malas mengadu, hingga tindakan kekerasan maupun kriminalitas jadi merajalela," pungkasnya. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini