DPR dalami pengakuan Freddy Budiman polisi & TNI ikut bisnis narkoba

Jumat, 29 Juli 2016 14:33 Reporter : Mohammad Yudha Prasetya
DPR dalami pengakuan Freddy Budiman polisi & TNI ikut bisnis narkoba Freddy Budiman. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan, Panja komisi yang dipimpinnya akan segera mendalami pengakuan koordinator KontraS Haris Azhar, mengenai pesan terakhir terpidana mati Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan pada tahun 2014 silam.

Dalam pengakuan kepada Haris tersebut, Freddy membongkar semua kebobrokan dan keterlibatan para aparat penegak hukum, dalam menangani kasus narkoba.

"Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR RI akan mendalami pengakuan Freddy Budiman tersebut sebagaimana yang ditulis oleh Haris," ujar Bambang ketika dihubungi, Jumat (29/7).

Selain itu, Bambang juga mengaku, jika Panja Penegakan Hukum Komisi III DPR, ‎akan mendalami keberadaan pengacara Freddy dan kepala LP Nusakambangan, sebagaimana yang ditulis Haris dari pengakuan Freddy.

Karena menurut Bambang, kedua orang itu adalah sumber informasi yang dapat ditelusuri, guna mencari kebenaran dari pengakuan sang terpidana mati tersebut.

"Termasuk kita akan tanyakan ke Mahkamah Agung soal pledoi Freddy," ujar Bambang.

Kemudian, Bamsoet juga mendesak Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso, untuk memberikan perhatian yang serius pada jajarannya, atas pengakuan Freddy yang menghebohkan itu.

"Apakah hanya karangan semata dari Haris atau tidak. Ini harus menjadi perhatian serius bagi Kepala BNN," pungkasnya.

Diketahui, beberapa jam sebelum eksekusi mati Freddy Budiman, beredar pengakuan koordinator KontraS Haris Azhar, atas cerita Freddy Budiman terkait kebusukan BNN dan Polisi dalam menjalankan tugas‎ pemberantasan narkoba.

Dalam kesaksian Freddy yang dituliskan Haris, Freddy mengaku telah menyuap pejabat tinggi BNN hingga miliaran, demi melancarkan bisnisnya mengimpor dan mengedarkan narkoba di Indonesia.

Tak cuma itu, dalam pengakuannya, Freddy pernah satu mobil dengan jenderal TNI bintang dua. Mobil itu berisi penuh dengan narkoba. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini