DPR Akui Pertahanan Laut Indonesia Terkendala Karena Armada Terbatas

Senin, 13 Januari 2020 12:25 Reporter : Ahda Bayhaqi
DPR Akui Pertahanan Laut Indonesia Terkendala Karena Armada Terbatas Pesona dan Potensi Alam Natuna. ©2020 Dipar Kabupaten Natuna

Merdeka.com - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengakui bahwa kapal milik angkatan laut masih kurang untuk menjaga perairan Indonesia. Karenanya, dia mendukung penambahan armada baru untuk menjaga perairan Indonesia.

"Kalau menurut informasi yang kami dapat memang persoalan pertahanan laut kita itu memang kapal-kapal yang sangat terbatas walaupun dengan kapal terbatas semangat juang TNI AL tetap tidak akan surut," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1).

Waketum Gerindra itu juga mengakui kapal milik Bakamla dan Kementerian Kelautan dan Perikanan pun terbatas. Karenanya, Dasco bakal menanyakan langsung kepada Menteri KPP yang juga koleganya di Gerindra, Edhy Prabowo.

"Saya juga pertanyakan nanti kepada menteri KKP yang baru kok bisa begitu, kita akan lihat, ya kenapa di KKP selama ini kurang kapal-kapalnya. Saya akan pertanyakan itu nanti," ucapnya.

Dasco mendukung adanya penambahan anggaran untuk penambahan armada baru. Namun, soal anggaran ini dia tak miliki kuasa. Dasco mengaku akan bicara dengan Badan Anggaran DPR.

"Kalau soal penambahan anggaran nanti harus dibicarakan dengan teman-teman di banggar kalau saya pribadi berarti prinsipnya saya dukung demi pertahanan dan kedaulatan negara kita," ucapnya.

Dasco juga menunggu bagaimana perencanaan anggaran kementerian terkait penjagaan wilayah perairan. Khususnya setelah ada ketegangan dengan China di Natuna.

"Saya pikir mereka pasti tidak diam dan bekerja untuk menyusun suatu rencana jangka pendek maupun jangka panjang untuk solusi masalah di perairan ZEE kita," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Indonesia Jangan Takut dengan China

Dalam kesempatan yang sama, Dasco berpesan pemerintah tidak perlu takut dengan China menyikapi masalah konflik perairan Natuna.

"Saya pikir bukan menjadi suatu alasan pemerintah tetap menegakkan kedaulatan di wilayah kita dan tidak takut hanya karena utang. Kalau perlu kita tidak usah utang kepada China," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/1).

Dasco menilai, perlu ada solusi dan alternatif jangka panjang agar kapal China tak masuk wilayah Indonesia. Dia mengatakan, pemerintah perlu tindakan tegas dalam diplomasi dan strategi.

"Yang kelihatannya sedang dipersiapkan oleh menteri KKP dalam rangka mengatasi masalah itu," kata dia.

Dia akan akan menyampaikan secara langsung langkah apa yang sebaiknya pemerintah ambil. Itu bakal dilakukan ketika rapat koordinasi pemerintah dengan DPR.

"Saya pikir itu kita akan sampaikan dalam rapat koordinasi dengan pemerintah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat antara DPR dan pemerintah," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, pengamat hubungan internasional Dinna Wisnu menilai China sedang menguji 'kesetiaan' negara kawasan Asia menyikapi perairan Natuna.

Dia menilai sikap negeri tirai bambu itu berbeda dua tahun sebelumnya. Di mana saat itu China disebut akan menyepakati court of conduct (CoC) mengenai laut China Selatan. Namun, hampir tiga tahun berlalu, China menunjukkan sikap tidak menepati komitmennya. Perubahan sikap itu dianggap sebagai bentuk 'pamrih' China terhadap negara-negara yang menjalin kerja sama dengannya.

"Waktunya sudah mulai kelihatan, China menguji negara-negara di kawasan, terutama kita (Indonesia) karena kita termasuk yang punya kerjasama Infrastruktur dengan China. Kita diuji kesetiaan," kata Dinna dalam diskusi di Jakarta, Minggu (12/1). [lia]

Baca juga:
Ngabalin Minta Fadli Zon Tak Asal Bicara Terkait Kunjungan Jokowi ke Natuna
China Dianggap Sedang Menguji Kesetiaan Indonesia Lewat Sengketa Natuna
Indonesia Dinilai Gagal Berdiplomasi dengan China Terkait Sengketa Natuna
Ajak Jepang Berinvestasi di Natuna Sinyal Pemerintah Tak Mau Didikte China
Indonesia Diminta Tak Tergoda Tawaran Kerja Sama China di Natuna
Rencana Kedatangan Nelayan Pantura Ditolak di Natuna

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini