DPO Kasus Korupsi Kredit Fiktif Rp41 M Bank BPD Sulselbar Ditangkap di Magelang

Kamis, 10 September 2020 16:12 Reporter : Nur Habibie
DPO Kasus Korupsi Kredit Fiktif Rp41 M Bank BPD Sulselbar Ditangkap di Magelang Ilustrasi borgol. ©2013 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono mengatakan pihaknya telah menangkap seorang buronan atas nama Rusmandi Candra, pada Rabu (9/9) kemarin. Dia DPO dalam dugaan perkara tindak pidana korupsi Kredit Modal Kerja Jasa Konstruksi pada Bank BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

"Sekira pukul 23.10 WIB malam tadi, Tim Adyhaksa Monitoring Centre (AMC) Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat berhasil mengamankan dan menangkap seorang buronan perkara tindak pidana korupsi atas nama Rusmandi Candra di Warung Angkringan Mas Didot, Jalan Brigjen Katamso Kemiri Rejo, Kecamatan Magelang, Jawa Tengah," kata Hari dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Berdasarkan putusan Makhmah Agung RI Nomor 173 K/Pid.sus/2009 tanggal 10 Juni 2010, Rusmandi diputus bersalah melakukan dugaan tindak pidana korupsi Kredit Modal Kerja Jasa Konstruksi pada Bank BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

"Bahwa terpidana Rusmadi Chandra dalam kedudukannya sebagai Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Mamuju telah membuat SPMK fiktif untuk mengajukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulselbar sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp41 miliar," ujarnya.

"Karenanya MARI dalam putusannya memberikan amar putusan menjatuhkan pidana penjara selama 10 tahun, membayar pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidiair 6 bulan pidana kurungan serta menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp 22 miliar subsider 3 tahun pidana kurungan," sambungnya.

Hari menjelaskan, penangkapan terhadap buronan tersebut merupakan penangkapan yang ke-65 di tahun 2020. Jumlah tersebut termasuk yang berhasil diamankan dari berbagai wilayah baik dalam status sebagai tersangka, terdakwa ataupun terpidana.

"Program Tangkap Buronan (Tabur) 32.1 digulirkan oleh bidang Intelijen Kejaksaan RI dalam memburu buronan pelaku kejahatan baik yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan maupun instansi penegak hukum lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia dan melalui program ini, kami menyampaikan pesan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi pelaku kejahatan," tutupnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini