Dosen Ubaya ciptakan alat pemadam kebakaran untuk kendaraan

Rabu, 12 September 2012 23:38 Reporter : Moch. Andriansyah
Nozzle Pencegah Kebakaran. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Universitas Surabaya (Ubaya) meluncurkan alat sistem otomatis pemadam kebakaran sarana transportasi. Alat tersebut ditemukan dosen Teknik Manufaktur Ubaya, Yuwono Budi Pratiknyo.

Tak urung, sanjung puji pun dilayangkan Direktur Keselamatan Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, Hotman Simanjuntak.

"Ini terobosan dan keberhasilan baru guna menjaga keselamatan transportasi dari ancaman bahaya kebakaran," kata Hotman di acara Lounching Sistem Otomatis Pemadam Kebakaran di Ubaya Surabaya, Rabu (12/9).

Sementara itu, Yuwono sendiri juga mendemonstrasikan keunggulan alat yang diciptakannya itu. Dia mengklaim, alat pemadam kebakaran miliknya, mampu mendeteksi titik api dan mampu mengatasinya dalam waktu singkat.

"Alat pemadam ini berfungsi paralel, melalui detektor dapat mendeteksi panas dan asap dari api yang muncul di kendaraan," katanya sambil berdemonstrasi.

Jika terjadi insiden, detektor bereaksi. Nozzle Pemadam Kebakaran yang dipasang, mampu merespon dengan cara menyemprotkan cairan yang berfungsi sebagai pemadam, dan menjamin keamanan, baik pengendara maupun penumpang yang berada dalam mobil.

"Detektor ini mampu mendeteksi asap dan panas sampai 60 derajat celcius dalam jarak sampai tiga meter. Selain itu, juga mampu mengatasi dengan cepat munculnya percikan api dalam mesin kendaraan," lanjut dia.

Dalam gelar demonstrasi itu, selain mempraktekkan ke miniatur bus, Yuwono juga memperagakannya ke bus asli yang tidak menggunakan alat otomatis miliknya itu, disetting agar muncul percikan api. Selanjutnya dengan cepat semua komponen yang mudah terbakar, habis dilalap api.

Sedang pada bus yang lain, dipasang Nozzle Pemadam Kebakaran yang kemudian secara otomatis menyemprotkan cairan ke titik api. Dan dalam sekejap, api berhasil padam.

Yuwono menceritakan, untuk menggunakan alat yang menghabiskan biaya sekitar Rp 3 sampai Rp 7 juta itu, pengguna atau pemilik kendaraan harus memasangnya secara permanen pada bagian dalam kendaraan. Tujuannya untuk mendeteksi sistem keamanan lainnya, seperti air bag system dan antilock braking system.

"Untuk menjaga keamanan, pencegah kebakaran otomatis ini bisa dipasang lebih dari satu di dalam mobil. Apalagi untuk kendaraan besar seperti bus."

Sementara terkait penemuan baru Nozzle Pencegah Kebakaran ini, Yuwono mengaku akan segera mematenkan dan diproduksi massal.

"Kita akan segera patenkan, dan diproduksi massal. Sebelumnya memang pernah ada produsen mobil terkenal yang menginginkan alat ini, kita tolak. Karena kita tidak ingin itu dikuasai satu merek mobil saja," sahut Managing Director PT Hartindo Chemicatama Industri, Randall Hart. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Kebakaran
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.