Dosen RN Mengaku Punya Kelainan Seks Sejak Kuliah

Jumat, 14 Agustus 2020 18:23 Reporter : Irwanto
Dosen RN Mengaku Punya Kelainan Seks Sejak Kuliah Dosen RN pelaku sodomi saat ditangkap polisi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Dosen berinisial RN (43) mengaku memiliki perilaku kelainan seks sejak masih duduk di bangku kuliah. Puncaknya sejak April 2020 dan hingga kini sudah tiga korban yang semua anak laki-laki.

Kepada petugas, RN menuturkan kelainan itu bukan disebabkan karena pernah menjadi korban. Perasaan suka sesama jenis, terutama anak-anak, muncul begitu saja tanpa diketahuinya.

"Seingat saya tidak pernah saya disodomi, tapi kata orang-orang biasanya pernah jadi korban. Saya ada kelainan sejak kuliah," ungkap RN di Mapolrestabes Palembang, Jumat (14/8).

Selama itu, dia hanya berhubungan badan dengan rekannya sesama jenis. Namun sejak pasangannya meninggal dunia tahun lalu, dia mengalihkan perasaannya kepada anak-anak.

"Baru April kemarin saya pakai anak-anak, sampai sekarang ada tiga korban," ujarnya.

Agar korbannya bersedia menuruti kemauannya, dosen dengan mata kuliah komputer itu memberi uang Rp20 ribu sampai Rp25 ribu. Saat dipergoki semalam, korban sedang melakukan oral seks terhadap pelaku.

"Saya panik waktu polisi datang, saya tidak tahu celana saya masih melorot," kata dia.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji mengatakan, RN telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan Pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. Penyidik masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui korban sebenarnya.

"Semalam ada dua korban jadi saksi dan pengakuannya barusan tiga korban. Ini kita dalami lagi," kata Anom.

Diberitakan sebelumnya, aksi pelaku diketahui tim Hunter Polrestabes Palembang melakukan patroli di sekitar Jakabaring Palembang, Kamis (13/8) malam. Tepat di samping gedung Kejaksaan Tinggi Sumsel di Jalam Gubernur H Bastari, Jakabaring, petugas melihat korban bersama seorang anak laki-laki yang duduk di pahanya.

Saat didekati, pelaku panik dan berusaha kabur. Pelaku tak sadar celananya masih melorot dan diduga melakukan perbuatan mesum sehingga dengan cepat diamankan polisi.

Pelaku mengaku berstatus sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi yang tinggal di Kelurahan Sukabangun, Kecamatan Sukarami, Palembang. Dia pun mengakui berbuat sodom kepada anak yang dipangkunya saat dipergoki. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Sodomi
  3. Pencabulan
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini