Donald Trump disebut akan bangun hotel mewah di Tanah Lot Bali

Selasa, 8 September 2015 14:23 Reporter : Gede Nadi Jaya
Donald Trump disebut akan bangun hotel mewah di Tanah Lot Bali Donald Trump. REUTERS

Merdeka.com - Donald Trump dikabarkan sedang membangun hotel di kawasan Tanah Lot, Bali. Hotel tersebut diberi nama Trump Hotel Collection.

Kandidat calon Presiden Amerika Serikat tersebut dikabarkan telah meneken kerja sama dengan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo terkait dengan pembangunan hotel di Bali pada 14 Agustus 2015 lalu. Kerja sama antara MNC dan Trump Hotel Collection membuat Indonesia menjadi lokasi Trump Hotel Collection pertama di Asia, khususnya di Bali.‬

Namun meski kabar itu sudah santer beredar, Gubernur Made Mangku Pastika mengaku tidak tahu akan investasi Donald trump itu.

"Saya belum mendengar kabar itu. Tetapi jangan bawa-bawa soal parlemen itu masuk ke Bali. Biarkan itu urusan pusat," ujar Pastika di Denpasar, Selasa (8/9).

Menurutnya, masih terlalu dini menyebut Bali yang dipilih sebagai lokasi investasi milyuner asal Amerika tersebut.‬ "Saya belum tahu, ini kan isu ramainya gara-gara parlemen itu kan, kalau soal Donald Trump mau investasi hotel kami belum mengetahuinya," ujar Pastika.

‪Terkait hal itu, Kepala badan Penanaman Modal dan Perizinan Provinsi Bali, Ida Bagus Made Parwata mengatakan, jika memang pengusaha asal Amerika Serikat itu akan melakukan investasi di Bali harus melalui proses izin.‬

"Kalau dia membangun dengan dana lebih dari investasi awal 30 persen misal Rp 1 triliun menambahkan lagi sampai Rp 400 miliar harus izin. Namanya izin perluasan investasi tergantung kalau dia PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dia ke Pemda, kalau PMA (Penanaman Modal Asing) dia ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) RI. Itu baru perluasan," jelasnya.‬

‪Lanjutnya bilamana kurang dari 30 persen, menurutnya, setiap perusahaan hanya menyampaikan Laporan Kemajuan Penanaman Modal (LKPM). "Kalau dia tidak lapor 3 kali berturut-turut dia tetap ada sanksinya. Kita sudah cabut 115 izin gara-gara dia tidak melaporkan. Bagi yang investasinya sudah jalan wajib melaporkan LPKM setiap 6 bulan sekali," tegasnya.

‪Ditanyakan kembali, apakah pihaknya sudah mendapatkan informasi secara lengkap bahwa Donald Trump akan melakukan pembangunan hotel di Bali, dirinya mengaku belum mengetahuinya sama sekali.‬ "Saya belum dapat informasi secara lengkap kita masih tanya ke Tabanan dan ke pusat, kalau dia PMDN ke Pemda. Kalau dia PMA ke pusat. Kalau provinsi itu lintas wilayah. Kalau memang ada izin harusnya ada tembusannya," katanya.‬ [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini