Dokter Kejiwaan Sebut Ratna Sarumpaet Depresi Sejak 2017 Tapi Masih Terkontrol

Kamis, 9 Mei 2019 16:18 Reporter : Merdeka
Dokter Kejiwaan Sebut Ratna Sarumpaet Depresi Sejak 2017 Tapi Masih Terkontrol Sidang Ratna Sarumpaet. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Dokter Spesialis Kejiwaan, dr. Fidiansjah, Sp.KJ dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara penyebaran berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet. Dalam kesaksiannya, Fidiansjah mengakui, Ratna Sarumapet merupakan salah satu pasiennya sejak 2017.

Ratna Sarumpaet didampingi anaknya datang ke klinik di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kala itu, Ratna hanya membawa resep yang diberikan dokter Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD). Kemudian, dibuatkan resep yang baru.

"Pada saat datang sama saya itu karena obat yang sudah didapat di RSPAD perlu kesinambungan. Karena saat itu Dokter yang biasa memberikan tidak bisa memberikan obat," ucap Fidiansjah di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (9/5).

Menurut Fidiansjah, Ratna Sarumpaet dikategorikan sebagai pasien depresi yang terkontrol karena rutin mengkonsumsi obat Antidepresan.

"Obat Antidepresan untuk kestabilan kepada pasien agar terbentuk keseimbangan. Yang bersangkutan sudah dapat obat sebelumnya tentang depresi yang dialami. Sehingga bisa mempertahankan kestabilan fungsinya baik di sosial maupun rumah tangga," terang dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan pengertian depresi terkontrol. Ada tiga hal yang sering kali dialami pasien depresi. Pertama, perasaan sedih sangat bergantung pada situasi. Kedua, menyangkut fungsi-fungsi psikomotorik. Orang depresi akan menarik diri, tidak semangat, tidak melakukan aktivitas yang biasa dilakukan. Ketiga, munculnya keluhan-keluhan biologis.

"Itu semua tidak terjadi pada Ratna Sarumpaet. Itu artinya terkontrol," terang dia.

Reporter: Ady Anugrahadi [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini