Djoko Susilo akui lalai dan siap bertanggung jawab

Selasa, 27 Agustus 2013 16:22 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Kompol Novel Baswedan bersaksi di sidang DS. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri tahun 2011 dan pencucian uang, Djoko Susilo, mengaku lalai tidak mengawasi secara ketat proyek pengadaan alat simulator uji klinik untuk kendaraan roda dua dan roda empat itu. Mantan Gubernur Akademi Polisi itu pun menyatakan siap mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

"Saya akui, saya lalai. Saya tidak periksa satu-persatu hasil kerja anggota secara mendetail. Sehingga, langsung tanda tangan," kata Djoko saat membacakan nota pembelaan (pledoi) pribadi dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (27/8).

Djoko lantas mengaku siap bertanggung jawab sesuai kapasitasnya sebagai Kepala Korps Lalu Lintas, ataupun sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) jika kelalaian tersebut dianggap sebagai kesalahan. "Saya siap bertanggung jawab jika memang tindakan saya sebagai Kakorlantas Polri dan Kuasa Pengguna Anggaran dianggap lalai dan sebuah kesalahan," ujar Djoko.

Namun, dalam pledoinya, Djoko mengelak dengan menyatakan tidak pernah ada permasalahan dalam pengadaan proyek simulator. Menurut dia, dari laporan anak buahnya, proyek itu berjalan lancar dan semestinya.

"Saya sebagai kepala korps tidak pernah merencanakan, mempengaruhi dalam bentuk apapun juga kepada pihak-pihak terkait di Korlantas, dengan tujuan agar PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA) dan PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) sebagai subkontraktor ditetapkan sebagai pemenang. Sehingga PT CMMA bisa melakukan penggelembungan harga atau mark-up," lanjut Djoko. [has]

Topik berita Terkait:
  1. Kasus Simulator SIM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.