Djarot soal PON: Kita tak puas sistem tanding berpihak ke tuan rumah

Selasa, 27 September 2016 13:04 Reporter : Andrian Salam Wiyono, Adriana Megawati
Djarot soal PON: Kita tak puas sistem tanding berpihak ke tuan rumah Djarot Saiful Hidayat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan, Pekan Olahraga Nasional (PON) harus benar-benar dijadikan ajang pencetak atlet. Sebab dari PON itulah bibit atlet bermunculan untuk bisa bertanding di kancah internasional.

"Semangat PON harusnya jadi ajang pencetak atlet. Kalau (kecurangan) ini terjadi terus menerus ini tidak baik. Olahraga kita dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan. ASEAN Games, Olimpiade turun meski kita dapat emas ya," kata Djarot di Hotel Patrajasa, Kota Bandung, Selasa (27/9).

Kehadiran Djarot ke Bandung untuk menyaksikan langsung para atlet yang telah bersaing di PON XIX/2016 Jawa Barat. Djarot mengunjungi venue pertandingan Basket di Gor C-Tra Arena, Jalan Cikutra dan Senam Aerobik di Graha Sport Jabar Arcamanik, dan Tenis Lapangan Jalan Aceh, Kota Bandung.

Dia mengaku, mendapatkan keluhan dari Kontingen DKI Jakarta ihwal penyelenggaraan PON ini. Mulai dari keputusan wasit dan sistem aturan dari pihak panitia penyelenggara PON di beberapa cabor yang dianggap berpihak kepada tuan rumah.

"Kita (DKI Jakarta) tidak puas dengan pelanggaran-pelanggaran yang ada dan tidak profesionalnya sistem pertandingan dengan cara keberpihakan kepada tuan rumah," katanya.

Kendati demikian dirinya tetap memberikan apresiasi kepada pihak PB PON Jawa Barat telah melaksanakan agenda rutin empat tahunan ini. Djarot berharap para atlet yang berprestasi di PON kali ini bisa melahirkan atlet baru yang menjadi bagian dari atlet nasional untuk berkancah di panggung internasional.

"Kami tetap mengapresiasi pelaksanaan PON di Jawa Barat. ‎Ini adalah awal mula untuk kita melahirkan para atlet berprestasi," tandasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini