Divonis bebas, pengacara guru JIS sebut putusan PN Selatan amburadul

Jumat, 14 Agustus 2015 11:31 Reporter : Faiq Hidayat
Divonis bebas, pengacara guru JIS sebut putusan PN Selatan amburadul Guru JIS tersangka kasus sodomi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kuasa hukum dua guru Jakarta International School (JIS), Hotman Paris Hutapea mendatangi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pagi ini. Hotman mengaku kedatangannya guna mengambil salinan putusan pembebasan atas banding Pengadilan Tinggi DKI Jakarta terhadap dua kliennya yakni Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong.

"Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan amburadul, ini keleawatan salah satu pertimbangannya Dubes inggris yang datang sidang sebagai bukti petunjuk sodomi," kata Hotma usai mengambil salinan di PN Jakarta Selatan, Jumat (14/8).

Menurut Hotman, dalam kasus dugaan pelecehan seksual di JIS, ibu korban Dewi, telah menyatakan anaknya bersih dari kekerasan seksual atau sodomi setelah pihak RS Singapura telah mengeluarkan visum terhadap anaknya. Dewi, kata dia, mengirimkan pesan singkat yang berisi terima kasih kepada semua pihak yang membantunya.

"Theresia perlu saksi ahli, lalu dia disarankan oleh pengacara OC Kaligis untuk membuat laporan baru," kata dia.

Hotman datangi sekitar pukul 10.00 Wib bersama istri dua guru JIS Tracy dan Sisca yang juga beserta kerabatnya. Hotman berencana akan menjemput kliennya di Lapas Cipinang, Jakarta Timur pada hari ini.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Jakarta mengirimkan hasil putusan kasus dua guru JIS ke Pengadilan Negeri Jakarta pada Kamis (13/8) sore. Sebab, Pengadilan Tinggi Jakarta telah membebaskan dua guru JIS tersebut pada Senin (10/8).

Seperti diketahui, Sidang putusan kasus kekerasan seksual terhadap salah satu murid Jakarta International School (JIS) yang telah di gelar di Ruang Sidang Utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 2 April 2015 lalu.

Terdakwa dalam kasus tersebut yang merupakan dua guru JIS yakni Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong. Masing-masing dari mereka di Vonis dengan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp. 100 Juta. Sidang Putusan tersebut dipimpin oleh 3 orang hakim dengan hakim ketua Nur Haslam Bistaman.

Setelah putusan tersebut, dua guru JIS yakni Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong tidak bisa menerima putusan majelis hakim kemudian keduanya pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini