Turkish Airlines. ©taiyangbao.ca
Merdeka.com - 10 Warga negara Indonesia (dari Forum Indonesia Peduli Syam/FIPS) bersama 2 warga Suriah diturunkan dari pesawat oleh otoritas keamanan Turki. Dugaan kuat, mereka diturunkan dari pesawat lantaran membahas soal ISIS di dalam pesawat.
Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir, ke-10 WNI tersebut tidak ditahan, namun dimintai keterangan oleh petugas setempat.
"Sebenarnya enggak ditahan tapi dimintai keterangan," ujar Fachir yang hadir dalam acara simposium nasional cyber security di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng 2, Jakarta Pusat, Rabu (3/5).
Lanjut dia, untuk sementara ke-10 WNI tersebut tinggal di hotel. Fachir menegaskan, mungkin mereka akan kembali ke tanah air hari ini juga.
"Mereka tinggal di hotel. Mungkin hari ini mereka kembali," papar dia.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan, dua hari lalu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menerima laporan dari Kepala Polisi Istanbul Unit Anti Terorisme yang mengatakan ada 10 orang warga negara Indonesia (dari Forum Indonesia Peduli Syam/FIPS) bersama 2 warga Suriah ditahan oleh pihak Kepolisian.
Dari keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Rabu (3/6), ke-10 WNI itu ditangkap di Bandara Ataturk Istanbul, dalam perjalanan menuju Hatay, salah satu kota di Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah.
Dari keterangan polisi, saat ke-10 orang itu berada di dalam pesawat yang akan lepas landas, salah seorang penumpang pesawat mendengar percakapan beberapa anggota FIPS dalam bahasa Arab dan menangkap beberapa kalimat yang membicarakan mengenai jihad dan ISIS.
Karena kecurigaan tersebut, penumpang dimaksud kemudian melapor ke kru pesawat yang kemudian menghubungi kepolisian bandara. Sepuluh orang itu beserta 2 warga Suriah kemudian dibawa ke kantor kepolisian bandara.
Dari keterangan diketahui, sepuluh WNI itu bermaksud mengunjungi Turki pada 29 Mei hingga 3 Juni dalam rangka pertemuan dengan organisasi lembaga swadaya masyarakat di Turki, IHH (Humanitarian Relief Foundation) sekaligus menghadiri peringatan Mavi Marmara (peristiwa ditembaknya kapal Mavi Marmara milik Turki oleh tentara Israel) di Istanbul serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara langsung kepada para pengungsi Suriah di kota Hatay.
Tim FIPS bermaksud memberi sumbangan kepada salah satu warga Suriah yang memiliki pondok pesantren di kota Idlib, Suriah.
Tim FIPS menyampaikan, ketibaan mereka di Hatay akan dibantu warga Suriah. Dia adalah seorang relawan yang tergabung dalam ikatan dokter Suriah di Hatay dan sering bekerja sama dengan IHH untuk membantu menyalurkan bantuan yang mereka bawa.
Ke-10 WNI itu kini sudah berada di hotel di Istanbul. Dua WNI direncanakan akan kembali ke Indonesia malam ini dan delapan sisanya direncanakan kembali besok.
[bal]
Tarik Menarik Kasus Brigadir J di Meja Penyidik
Sekitar 1 Jam yang lalu
Kekasih Brigadir J, Pernah Diperiksa Polisi Kini Berada di Safe House
Sekitar 2 Jam yang lalu
Kuota Haji Kemungkinan Meningkat, Ganjar Berencana Bangun Asrama Baru di Pantura
Sekitar 5 Jam yang lalu
Pengunjung Bar di Denpasar Dilempar Kursi dan Ditusuk Pakai Gunting
Sekitar 6 Jam yang lalu
Dipaksa Minum Pil KB, 7 ABG di Lubuklinggau Dijual Rp300 Ribu
Sekitar 6 Jam yang lalu
Pencuri Nekat Bobol Minimarket Dekat Kantor Polisi di Tasikmalaya
Sekitar 7 Jam yang lalu
Imbas Tawuran, Pelajar SMAN 11 Tangsel Diliburkan dan Sekolah Dijaga Polisi
Sekitar 7 Jam yang lalu
Kala Museum Aceh Bangkitkan Minat Baca Generasi Muda Lewat Pameran Literasi
Sekitar 8 Jam yang lalu
Rugikan Negara Rp78 Triliun, Aset Bos Duta Palma Group Surya Darmadi Dibekukan
Sekitar 8 Jam yang lalu
Pelajar SMP Diduga Cabuli Anak SD, Keluarga Pelaku Diusir
Sekitar 8 Jam yang lalu
Kisah Pilu Warga di Jombang harus Kehilangan Bayi saat Proses Persalinan
Sekitar 9 Jam yang lalu
Polisi Pastikan Kasus Roy Suryo Tetap Lanjut hingga Pengadilan
Sekitar 9 Jam yang lalu
Zikir dan Doa di Istana Negara, Ini Pesan Kiai Musthofa Aqil Siroj
Sekitar 9 Jam yang lalu
Kasus Kuburan Bansos, Kemensos Tak Tahu Bulog Kerja Sama dengan PT DNR dan JNE
Sekitar 9 Jam yang lalu
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Potret Ultah Cucu Jokowi Sedah Mirah yang Ke-4, Paras Cantiknya Curi Perhatian
Sekitar 2 Jam yang lalu
Upacara HUT ke-77 RI Digelar Terbuka, Istana Undang Eks Presiden & Ribuan Masyarakat
Sekitar 18 Jam yang lalu
Megawati akan Bertemu Jokowi, Bahas Menpan RB Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 23 Jam yang lalu
Relawan Jokowi Gelar Musyawarah 27 Agustus Bahas Figur Capres
Sekitar 2 Hari yang lalu
ASEAN Para Games XI, 10 Atlet Renang Positif Covid-19
Sekitar 10 Jam yang lalu
Melawan Virus dengan Mikroba Demi Masa Depan Dunia
Sekitar 19 Jam yang lalu
Menteri Nadiem Terbitkan Edaran Setop Sementara PTM
Sekitar 1 Hari yang lalu
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Sekitar 3 Minggu yang lalu
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Mantan Presiden Rusia Beberkan Peta Baru Ukraina di Masa Depan
Sekitar 8 Menit yang lalu
Pengusaha Gandum di Ukraina Tewas Akibat Serangan Rusia
Sekitar 45 Menit yang laluAdvertisement
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami