Diturunkan dari pesawat, 10 WNI ngobrol soal ISIS tidak ditahan

Rabu, 3 Juni 2015 14:04 Reporter : Marselinus Gual
Diturunkan dari pesawat, 10 WNI ngobrol soal ISIS tidak ditahan Turkish Airlines. ©taiyangbao.ca

Merdeka.com - 10 Warga negara Indonesia (dari Forum Indonesia Peduli Syam/FIPS) bersama 2 warga Suriah diturunkan dari pesawat oleh otoritas keamanan Turki. Dugaan kuat, mereka diturunkan dari pesawat lantaran membahas soal ISIS di dalam pesawat.

Menurut Wakil Menteri Luar Negeri Abdurrahman Mohammad Fachir, ke-10 WNI tersebut tidak ditahan, namun dimintai keterangan oleh petugas setempat.

"Sebenarnya enggak ditahan tapi dimintai keterangan," ujar Fachir yang hadir dalam acara simposium nasional cyber security di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng 2, Jakarta Pusat, Rabu (3/5).

Lanjut dia, untuk sementara ke-10 WNI tersebut tinggal di hotel. Fachir menegaskan, mungkin mereka akan kembali ke tanah air hari ini juga.

"Mereka tinggal di hotel. Mungkin hari ini mereka kembali," papar dia.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengungkapkan, dua hari lalu Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) menerima laporan dari Kepala Polisi Istanbul Unit Anti Terorisme yang mengatakan ada 10 orang warga negara Indonesia (dari Forum Indonesia Peduli Syam/FIPS) bersama 2 warga Suriah ditahan oleh pihak Kepolisian.

Dari keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Rabu (3/6), ke-10 WNI itu ditangkap di Bandara Ataturk Istanbul, dalam perjalanan menuju Hatay, salah satu kota di Turki yang berbatasan langsung dengan Suriah.

Dari keterangan polisi, saat ke-10 orang itu berada di dalam pesawat yang akan lepas landas, salah seorang penumpang pesawat mendengar percakapan beberapa anggota FIPS dalam bahasa Arab dan menangkap beberapa kalimat yang membicarakan mengenai jihad dan ISIS.

Karena kecurigaan tersebut, penumpang dimaksud kemudian melapor ke kru pesawat yang kemudian menghubungi kepolisian bandara. Sepuluh orang itu beserta 2 warga Suriah kemudian dibawa ke kantor kepolisian bandara.

Dari keterangan diketahui, sepuluh WNI itu bermaksud mengunjungi Turki pada 29 Mei hingga 3 Juni dalam rangka pertemuan dengan organisasi lembaga swadaya masyarakat di Turki, IHH (Humanitarian Relief Foundation) sekaligus menghadiri peringatan Mavi Marmara (peristiwa ditembaknya kapal Mavi Marmara milik Turki oleh tentara Israel) di Istanbul serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara langsung kepada para pengungsi Suriah di kota Hatay.

Tim FIPS bermaksud memberi sumbangan kepada salah satu warga Suriah yang memiliki pondok pesantren di kota Idlib, Suriah.

Tim FIPS menyampaikan, ketibaan mereka di Hatay akan dibantu warga Suriah. Dia adalah seorang relawan yang tergabung dalam ikatan dokter Suriah di Hatay dan sering bekerja sama dengan IHH untuk membantu menyalurkan bantuan yang mereka bawa.

Ke-10 WNI itu kini sudah berada di hotel di Istanbul. Dua WNI direncanakan akan kembali ke Indonesia malam ini dan delapan sisanya direncanakan kembali besok.

[bal]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini