Dituding tim cyber Ahok, jurnalis foto polisikan akun Eko Prasetia

Reporter : Henny Rachma Sari | Rabu, 11 Januari 2017 11:43
Dituding tim cyber Ahok, jurnalis foto polisikan akun Eko Prasetia
Akun Eko Prasetia. ©2017 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Akun media sosial facebook bernama Eko Prasetia mengunggah sebuah foto berisi kumpulan wartawan foto tengah menjalankan tugas peliputan sidang Ahok. Sayangnya, Eko menuliskan caption bernada provokatif menjurus ke fitnah yang ditudingkan kepada para pewarta foto.

Terkait hal itu, Sekretaris Jenderal Pewarta Foto Indonesia (PFI) Fransiskus Simbolon meradang. Ia tidak terima profesinya dan rekan-rekan sesama pewarta foto dilecehkan.

Untuk itu, Fransiskus berencana akan mempolisikan Eko Prasetia.

"Ini sudah melecehkan dan fitnah profesi pewarta foto dan jurnalis pada umumnya kan," ungkap Fransiskus saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/1).

"Kami akan laporkan (ke polisi) untuk memberikan efek jera agar tidak sembarangan menuduh," ucapnya.

PFI, lanjut Fransiskus, sudah melayangkan surat terbuka untuk Eko untuk respons awal dari tuduhannya. "Kami keluarkan untuk dibawa ke proses hukum setelah kami melakukan tindakan awal," tuturnya.

Fransiskus menambahkan pihaknya mengetahui jika Eko Prasetia sudah meminta maaf dan menghapus postingannya itu. Meski demikian, proses hukum harus tetap berjalan.

"Semua bisa saja minta maaf, kita juga sudah memaafkan tapi proses hukum harus tetap berjalan," ucapnya.

Fransiskus pun menanggapi kabar yang menyebut jika Eko mendapatkan foto tersebut dari orang lain.

"Permasalahan dapat foto dari orang lain itu ada prosesnya sendiri. Intinya ketika informasi itu didapat dari satu nama ya yang kita proses nama tersebut. Kan tidak menutup kemungkinan juga dia (Eko) menjual nama atau menyebut akunnya itu akun palsu. Ya itu pembelaan dia," tegasnya.

Foto yang diposting Eko tersebut sempat menjadi viral. Terlihat foto dilengkapi dengan caption bernada provokatif.

"Tim Cyber/buzzer penista agama yang malu dan taku ketahuan tampangnya untk dipublikasikan, turut hadir di persidangan hari ini. Udah seperti PSK asal Cina kelakuannya mereka, pake tutupin muka segala. tulis akun Eko Prasetia.

Salah satu isi surat terbuka yang ditulis PFI menyebut jika profesi jurnalis dilindungi oleh Undang-undang Pers.

"Langkah dan gerak kami dipagari kode etik jurnalistik. Kami tidak bergerak sebebas pikiran dan hati Anda. Sebagai jurnalis, kami punya tanggungjawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi."

Baca juga:
Pemerintah segera bentuk lembaga anti hoax
MUI Palu turunkan mubalig ajak masyarakat perangi berita hoax
Rendahnya literasi digital jadi penyebab penyebaran berita hoax
Menkominfo: Kritik silakan, asal tak memprovokasi dan hoax
Rhoma Irama dan Anies sepakat berita hoax berbahaya bagi Indonesia

[rhm]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE