Ditangkap 4 hari lalu, pembawa kayu ilegal PT SRT belum tersangka

Senin, 23 Februari 2015 18:38 Reporter : Abdullah Sani
Ditangkap 4 hari lalu, pembawa kayu ilegal PT SRT belum tersangka ilegal logging. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Polres Pelalawan saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kayu yang diduga ilegal logging yang ditangkap 15 Februari 2015 lalu. Saat penangkapan, 4 unit mobil tronton yang dijadikan sarana untuk membawa kayu olahan yang diduga menggunakan dokumen tidak sesuai dengan peruntukannya ditahan polisi.

"Belum ada tersangka, namun kita akan menjerat pelaku jika terbukti dengan pasal yang dipersangkakan .Pasal 12 huruf i Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP Ade Johan Sinaga Sik saat dihubungi merdeka.com Senin (23/2).

Ade Johan menambahkan, penangkapan tersebut dilakukan oleh Polsek Sei Kijang di jalan Meridan Km 4 Desa Simpang Beringin kabupaten Pelalawan.

"Asal kayu tersebut dari PT Siak Raya Timber (SRT) kabupaten Siak dengan tujuan ke PT Iwan Superwood di jalan Kaharudin Nasution km 15 Simpang tiga Pekanbaru," kata Ade Johan.

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 4 orang sopir, yakni petugas penerbit Faktur Angkut Kayu Olahan (FAKO) di PT SRT bernama Dedi Candra, Azwardi petugas pengeluaran kayu dari PT SRT, Sudirwan selaku pembeli kayu, Hermanto sebagai Direktur PT Siak Raya Timber, dan Heryanto selaku Komisaris PT SRT.

"Dokumen diduga tidak sesuai Prosedur dan fisik kayu. Saat ini petugas Dinas Kehutanan Pelalawan melakukan pengukuran Volume kayu di masing-masing mobil," kata Ade Johan.

Kejadian ini, kata dia, masih dalam tahap pemeriksaan saksi ahli kehutanan. Perkembangan lebih lanjut akan kami laporkan. Menurut Ade, dari hasil pengukuran Volume yang dilakukan oleh saksi ahli dari Dishut Kabupaten Pelalawan maka dapat disimpulkan bahwa dokumen yang digunakan untuk kayu tersebut tidak sesuai dengan peruntukannya (Ilegal).

"Perbuatan tersebut melanggar UU RI No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan Pasal 12 huruf e dan h, dengan ancaman hukuman paling rendah 5 tahun dan setingginya 15 tahun tambah Denda Rp 2,5 Milyar," pungkasnya. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini