Ditahan KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bantah terima suap

Kamis, 5 Juli 2018 06:33 Reporter : Merdeka
Ditahan KPK, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bantah terima suap Gubenur Aceh Irwandi tiba di KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf usai ditetapkan tersangka suap penggunaan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), atau dana otsus tahun anggaran 2018.

Irwandi keluar dari Gedung KPK Jakarta Selatan sekitar pukul 00.35 WIB, Kamis (4/7) dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye. Ketua Umum Partai Nanggroe Aceh (PNA) itu membantah menerima suap terkait proyek yang bersumber dari Dana Otsus Provinsi Aceh tahun 2018.

"Saya enggak melanggar apapun, enggak mengatur fee, enggak ngatur proyek, enggak terima fee, enggak ada janji memberikan sesuatu," ujar Irwandi di Gedung KPK Kuningan Jakarta Selatan.

Irwandi mengklaim tak mengetahui soal uang Rp 500 juta yang diberikan oleh Bupati Bener Meriah, Ahmadi. Uang Rp 500 juta tersebut diduga bagian jatah yang diminta Irwandi sejumlah Rp 1,5 miliar dari proyek infrastruktur.

"Saya tidak terima uang dan hadiah," kata dia.

Selang beberapa menit kemudian, ajudan Irwandi, Hendri Yuzal yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini keluar dari ruang pemeriksaan. Namun, Hendri yang diduga sebagai perantara suap dalam kasus ini memilih bungkam.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kedua tersangka tersebut ditahan di dua lokasi berbeda. Irwandi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK dan Hendri ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

"Dilakukan penahanan selama 20 hari pertama terhadap dua tersangka," jelas Febri.

Reporter: Lizsa Egeham [cob]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini