Ditagih Utang Rp500 Ribu, Pasutri di Makassar Bunuh Lansia Lalu Buang Mayatnya

Jumat, 1 Juli 2022 23:02 Reporter : Ihwan Fajar
Ditagih Utang Rp500 Ribu, Pasutri di Makassar Bunuh Lansia Lalu Buang Mayatnya Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif

Merdeka.com - Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar menangkap pasangan suami istri (pasutri) berinisial DT (40) dan DF (27). Mereka diduga membunuh seorang lanjut usia (lansia) bernama Daeng Nillang (67) saat korban menagih utang sebesar Rp500 ribu.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reonald TS Simanjuntak mengatakan, pihaknya masih mendalami lebih jauh motif kedua pelaku membunuh korban. "Kita masih kembangkan soal motifnya, apakah masuk pembunuhan berencana atau tidak," kata dia kepada wartawan, Jumat (1/7).

Selain mengamankan kedua terduga pelaku, kata Reonald, pihaknya juga menemukan perhiasan milik korban.

2 dari 3 halaman

Korban Hilang sejak 30 Mei 2022

Sementara Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tamalate Komisaris Polisi (Kompol) Irwan Tahir menjelaskan, awalnya Daeng Nillang dilaporkan keluarganya hilang sejak beberapa hari lalu. Setelah menerima laporan, petugas melakukan penyelidikan.

"Dan akhirnya kami temukan Daeng Nillang dalam kondisi sudah meninggal dunia. Korban sebelumnya hilang sejak 30 Mei 2022," tuturnya.

Irwan menjelaskan jasad Daeng Nillang ditemukan di wilayah Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (1/7) pukul 02.30 Wita. Jasadnya ditemukan dalam sebuah karung yang dibuang di semak-semak.

3 dari 3 halaman

Pelaku Emosi Anaknya Jatuh

Sementara pelaku pembunuhan, DF mengakui jika dirinya menikam Daeng Nillang dengan sebilah pisau dapur. Dia mengaku tega menikam karena jengkel setelah korban mendorong anaknya saat menagih utang.

"Dia datang ke rumah menagih utang Rp500 (ribu). Tapi dia mendorong anak saya sampai terjatuh dari ayunannya," kata dia.

Saat itu, DF mengaku langsung marah dan mengambil sebilah pisau. Saat itulah, DF menikamkan pisau dapur tersebut ke tubuh korban.

"Saya lupa itu berapa kali, tidak lebih lima," kata Dian.

Setelah korban meninggal dunia, suami pelaku berinisial DT membantu istrinya. DT membungkus korban dengan karung putih dan membuangnya.

"Suamiku yang buang korban pakai motor ditaruh di depan, malam-malam itu pergi membuang," ungkap Dian.

Selain itu, pelaku juga membuang sejumlah barang berharga milik korban, seperti handphone, uang dan emas.

"Semua itu saya bungkus dalam kantong plastik. saya buang semua, saya tidak tahu," ucapnya. [yan]

Baca juga:
Korban Penembakan Orang Tak Dikenal di Sidoarjo Meninggal Dunia
Gara-Gara Lahan, Kades di Musi Rawas Ditusuk Warganya
Istri di Kediri Tikam Suami hingga Tewas, Pelaku Mengaku Dapat Bisikan Gaib
Polisi Tangkap Mahasiswa Pembunuh Pria Dalam Karung di Kali Pesanggrahan
Motif Pembunuh Bayaran Bunuh Korban di Musi Banyuasin: Saingan Bisnis Narkoba
Kesal Tak Diberi Utang, Pria Banyuasin Tembak Mati Pasutri Bekas Majikan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini