Disuntik RRC, PLTU Cilacap mulai dibangun tahun 2015

Jumat, 21 November 2014 02:39 Reporter : Parwito
Disuntik RRC, PLTU Cilacap mulai dibangun tahun 2015 Ilustrasi PLTU. merdeka.com

Kalau investornya siap betul, duitnya ada, lahannya siap, teknologinya oke ya jalan saja.


- Ganjar Pranowo

Merdeka.com - Konsorsium swasta yang terdiri atas pengusaha China dan Indonesia akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. PLTU dengan kapasitas kekuatan 5 x 1000 megawatt ini diprioritaskan melayani listrik khusus untuk kawasan industri baru di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap dengan luas area sekitar 450 hektare.

"Proyek tersebut murni swasta. Proyek menggunakan teknologi China itu dikembangkan PT Jawa Energi Baru yang merupakan konsorsium bersama China-Indonesia. PLTU senilai Rp 92 triliun itu akan dibangun di atas lahan seluas 150 hektar," papar Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Jateng Teguh Dwi Paryono usai mengikuti rapat paripurna tentang APBD Perubahan Tahun 2015 di Gedung Berlian, Gedung DPRD Jateng Jalan Pahlawan Kota Semarang, Jawa Tengah Kamis (20/11) sore tadi.

Teguh memaparkan, lahan yang akan digunakan itu sebagian besar merupakan aset TNI AD dan sebagian lainnya milik Pemprov Jateng beserta warga sekitar.

"Yang tanah warga cuma 15 hektar. kalau Pemprov Jateng memiliki aset di sana 50 hektar. Sampai kini belum tahu apakah rencananya mau disewa atau di-ruilslag. Tapi PLTU sementara ini cuma butuh 30 hektar saja," paparnya.

Teguh mengungkapkan, terkait izin penanaman modal asing (PMA) saat ini sudah turun. Karena PLTU tersebut untuk menyuplai kawasan industri, maka izinnya menggunakan mekanisme di badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jateng. Salah satunya harus ada penetapan wilayah usaha dulu oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan izin penyediaan usaha listrik.

"Setahun ini izin berjalan sembari menyusun izin lingkungan," katanya.

Teguh menambahkan, jika izin lancar, PLTU Cilacap akan dimulai proses pembangunannya tahun depan. Pembangunan membutuhkan waktu empat tahun dalam dua tahap.

"Tahap pertama 2.000 megawatt, tahap kedua 3.000 megawatt. Prioritas untuk kawasan industri, tapi jika berlebih bisa melayani warga juga jika kebutuhan industri di sana sudah terpenuhi dan akan dikelola oleh PLN," tambahnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait proses awal pembangunan PLTU Cilacap mengungkapkan bahwa dirinya telah menerima tim Pemkab Cilacap, Kamis (20/11) di ruang kerja. Ganjar kemudian melakukan langkah dengan diawali membentuk tim kecil untuk menindaklanjuti permohonan izin pembangunan PLTU Cilacap tersebut.

"Tim kecil saya suruh jalan, apa yang tadi mau disampaikan saya suruh menghitung dimana lokasinya, siapa investornya dan lainnya. Kalau investornya siap betul, duitnya ada, lahannya siap, teknologinya oke ya jalan saja," ucap Ganjar pendek. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Ganjar Pranowo
  2. PLTU
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini