KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Disnaker nilai warga Bekasi terlalu selektif memilih pekerjaan

Jumat, 19 Mei 2017 22:00 Reporter : Adi Nugroho
Ilustrasi Pekerja pabrik. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Penyerapan tenaga kerja di Kota Bekasi, Jawa Barat, sepanjang Januari-Maret 2017 cukup rendah. Dari sekitar 4.246 pencari kerja, yang berhasil bekerja hanya sekitar 561 orang atau masih di bawah 10 persen.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya pelamar sampai mendapatkan pekerjaan," kata Kasi Penempatan Tenaga Kerja pada Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi Hartono, Jumat (19/5).

Padahal jumlah lowongan pekerjaan lebih besar dari pencari kerja. Ia menyebutkan, jumlah pencari kerja mencapai 4.246 orang dengan rincian 2.357 laki-laki dan 1.889 perempuan.

"Lowongannya mencapai 4.939, dengan rincian untuk laki-laki 3.701, sedangkan perempuan 1.238," kata dia.

Hanya saja, setelah melalui beberapa seleksi, dan wawancara antara pencari kerja dengan perusahaan, yang bisa ditempatkan sebanyak 561 dengan rincian 295 laki-laki, dan 266 perempuan.

Menurut dia, rendahnya penyerapan tenaga kerja itu lantaran pencari kerja cenderung memilih-milih. Ia mencontohkan, ada seorang pencari kerja sudah diterima kerja. Tetapi ketika ditempatkan, malah tidak mau bekerja.

"Padahal tempatnya bekerja masih di Kota Bekasi," katanya.

Selain itu, penyerapan rendah karena tidak sesuai dengan kompetensi pencari kerja dengan perusahaan penyedia lowongan pekerjaan. Untuk meningkatkan penyerapan, pihaknya memaksimalkan latihan pekerjaan lebih dulu.

Sementara itu, data BPS Kota Bekasi tahun 2015 menunjukkan jumlah pengangguran di wilayah setempat mencapai 100 ribu lebih. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Tenaga Kerja
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.